• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Wabah Bubonik Muncul di China, Pemerintah Terbitkan Peringatan Waspada

by Redaksi Asiatoday
July 6, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Pandemi coronavirus (Covid-19) dan Flu Babibelum usai, Otoritas kesehatan China kini mengeluarkan peringatan waspada wabah bubonik usai satu kasusnya terkonfirmasi di wilayah otonom Mongolia Dalam.

Menurut laporan media nasional, pasien terduga wabah bubonik itu — seorang pengembala — sudah dikarantina dan berada dalam kondisi stabil.

Wabah bubonik, atau dikenal dengan Black Death, kerap diasosiasikan dengan penyakit pes. Wabah yang diakibatkan infeksi bakteri tersebut cenderung mematikan, namun dapat diobati dengan antibiotik yang tersedia saat ini.

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Melansir BBC, Senin (6/7/2020), otoritas China kini mengeluarkan peringatan level 3 dalam bidang penyakit menular. Level tersebut merupakan dua terbawah dalam sistem kewabahan di China.

Kasus pertama wabah bubonik di China muncul di sebuah rumah sakit di kota Bayannur di Urad Middle Banner, Mongolia Dalam, pada Sabtu kemarin. Otoritas China tidak menyebutkan bagaimana pengembala tersebut bisa terinfeksi wabah bubonik.

Kasus wabah bubonik secara berkala dilaporkan dari berbagai negara di dunia. Madagaskar pernah mengonfirmasi lebih dari 300 kasus dalam sebuah wabah pada 2017.

Mei tahun lalu, dua orang di negara Mongolia meninggal akibat wabah tersebut. Keduanya terinfeksi wabah bubonik usai memakan daging marmut mentah.

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Ulaanbaatar, ibu kota Mongolia, mengatakan bahwa daging dan ginjal marmut mentah dianggap masyarakat lokal sebagai obat tradisional.

Marmut dikenal sebagai salah satu pembawa bakteri, dan sering diasosiasikan dengan wabah bubonik. Wabah ini dikenal lewat ciri-ciri pembengkakan di kelenjar getah bening, namun sulit diidentifikasi di fase awal. Biasanya gejala baru muncul tiga hingga tujuh hari usai terinfeksi.

Meski wabah bubonik patut diwaspadai, sejumlah pakar menilai penyakit tersebut tidak akan sampai memicu epidemi atau pandemi.

“Tidak seperti di abad ke-14, saat ini kita sudah memahami penularan penyakit ini,” kata Dr Shanti Kappagoda, seorang ahli penyakit menular dari Stanford Health Care.

“Kita sudah tahu cara mencegahnya. Kita juga sudah mampu mengobati pasien terinfeksi dengan antibiotik yang efektif,” pungkasnya. (ATN)

Tags: BubonikChinaChina VirusCoronavirusCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.