• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Warga Inggris Diminta Tinggalkan China

by Redaksi Asiatoday
January 27, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Inggris Keluarkan Travel Warning ke Irak dan Iran

ASIATODAY.ID, LONDON – Pemerintah Inggris menyerukan semua warganya yang sedang berada di China, terutama di provinsi Hubei, untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Hubei merupakan provinsi tempat berdirinya Wuhan, kota yang menjadi episenter penyebaran virus corona tipe terbaru: Novel Coronavirus (nCoV).

Dalam sebuah imbauan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Inggris, seluruh warga disarankan untuk “membatalkan semua perjalanan ke provinsi Hubei.”

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Jika Anda sudah ada di area tersebut dan dapat pergi, tolong segera lakukan. Hal ini terkait dengan Novel Coronavirus yang sedang mewabah,” tulis panduan tersebut, melansir Sunday Mirror, Minggu (26/01/2020).

Imbauan dikeluarkan usai 31 orang yang dicurigai terjangkit virus corona nCoV di Inggris selesai diperiksa. Mereka semua dinyatakan negatif.

Menlu Inggris Dominic Raab telah memerintahkan jajarannya untuk mengeksplorasi kemungkinan evakuasi warga via udara dari Hubei.

“Tapi sejumlah hal perlu dilakukan China terlebih dahulu sebelum kami dapat menjanjikan apapun,” kata seorang sumber dari Kemenlu Inggris kepada Sun Online.

Sabtu sore kemarin, 31 orang di seantero Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara menjalani pemeriksaan virus corona. Menurut keterangan Departemen Kesehatan Inggris (DOH), semua tes berakhir negatif nCoV.

Sejauh ini juga tidak ada warga Inggris di luar negeri yang terjangkit virus corona nCoV. DOH menyebut risiko penyebaran varian baru virus corona di Inggris relatif rendah.

Kendati risiko penyebarannya rendah, DOH masih terus berusaha melacak sekitar 2.000 orang yang belum lama ini datang ke Inggris dari Wuhan, kota yang menjadi episenter penyebaran virus corona nCoV.

“Kami masih terus mencari sebanyak mungkin penumpang yang tiba di Inggris dalam dua pekan terakhir,” sebut DOH.

Sementara itu, seorang pria Inggris mengaku terjebak di Wuhan setelah penerbangan pulangnya untuk tanggal 3 Februari mendatang dibatalkan. Ia mengklaim saat ini siapapun tidak belum dapat keluar dari kota tersebut.

“Tidak ada berita kapan bandara akan dibuka lagi. Saya juga belum menerima bantuan dari Kedutaan Besar Inggris di Beijing yang tutup sepanjang akhir pekan,” lanjut dia.

Wuhan dan sejumlah kota lainnya di China telah ditutup total. Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut di tengah bermunculannya kasus virus corona di banyak negara.

Selain menutup akses ke Wuhan dan beberapa kota lain, otoritas China tengah menggenjot upaya pembangunan dua rumah sakit darurat di Wuhan. Satu rumah sakit darurat ini diproyeksikan memiliki kapasitas 1.000 tempat tidur, dan yang kedua 1.300.

Selain Inggris, Amerika Serikat, Prancis dan Rusia juga berusaha mengeluarkan warga mereka masing-masing dari Hubei.

AS menyiapkan sebuah pesawat sewaan untuk memulangkan warga serta diplomat mereka, sementara Prancis berencana melakukannya dengan menggunakan moda transportasi bus.

Rusia juga berkoordinasi dengan China untuk rencana pemulangan sejumlah warga Negeri Beruang Merah dari Wuhan dan provinsi Hubei.

Varian baru virus corona ini menimbulkan gejala mirip penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS. Gejala umum yang ditimbulkan meliputi demam, batuk dan sesak napas. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: China VirusInggrisVirus KoronaVirus PneumoniaWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.