• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Warning, Peringkat Utang Indonesia Sudah Negatif

by Redaksi Asiatoday
April 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Warning, Peringkat Utang Indonesia Sudah Negatif

Markas Standard & Poor's (S&P) Global Ratings. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings merevisi prospek utang jangka panjang Indonesia, dari sebelumnya stabil kini menjadi negatif.

S&P Global Ratings juga mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia di BBB dan AA untuk utang jangka pendek.

Menurut S&P Global Ratings, revisi prospek disebabkan oleh posisi eksternal Indonesia yang melemah setelah depresiasi rupiah yang cukup besar sepanjang tahun berjalan.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Selain itu beban utang pemerintah secara material akan lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

“Outlook negatif mencerminkan ekspektasi kami bahwa Indonesia menghadapi risiko fiskal dan eksternal tambahan sebagai efek pandemi Covid-19 dalam 24 bulan ke depan,” demikian keterangan tertulis S&P Global Ratings yang diterima, Jumat (17/4/2020).

S&P Global Ratings memandang, langkah-langkah fiskal oleh pemerintah Indonesia yang berani akan membantu menstabilkan ekonomi dan mendukung respons kesehatan masyarakat yang lebih kuat.

Namun hal itu juga akan menambah jumlah utang publik. Padahal, posisi utang luar negeri Indonesia telah melemah setelah rupiah mengalami depresiasi yang cukup dalam.

Sebagai referensi, rupiah sepanjang tahun berjalan 2020 telah terkoreksi sekitar 11 persen, sedangkan posisi jual bersih pasar SBN hingga 13 April 2020 mencapai Rp143,5 triliun.

Kendati demikian S&P masih melihat adanya prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat karena dinamika kebijakan yang mendukung secara historis membuat peringkat utang dipertahankan.

Namun jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan yang lebih dalam dan berkepanjangan selama dua tahun ke depan, peringkat Indonesia berpotensi direvisi lebih rendah daripada peringkat saat ini.

Sebaliknya, jika pengaturan eksternal Indonesia meningkat secara material dari level saat ini atau jika pengaturan fiskal membaik sehingga defisit anggaran tertahan dan rasio utang turun jauh dari 3 persen dari PDB selama dua tahun ke depan, S&P Global Ratings berpotensi merevisi prospek utang menjadi stabil. (ATN)

Tags: Bank IndonesiaUtang IndonesiaUtang Luar Negeri
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.