• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO : Berjemur Matahari tidak Mencegah Virus Corona

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inggris dan Australia Warning Warganya Segera Tinggalkan Indonesia

Coronavirus (Covid-19). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerangkan berjemur sinar matahari dengan termperatur lebih dari 25 derajat Celcius tidak bisa mencegah infeksi virus corona atau covid-19.

Dalam keterangan resmi WHO, Selasa (7/4/2020) dijelaskan virus SARS-CoV 2 penyebab COVID-19 tetap bisa menginfeksi manusia meskipun berada di negara dengan suhu yang panas sekalipun.

WHO merujuk kasus infeksi covid-19 yang terjadi di negara-negara beriklim panas, seperti Arab Saudi dan negara di timur tengah lainnya.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

WHO menyarankan masyarakat melindungi diri dari covid-19 dengan cara rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu setiap orang juga diimbau untuk tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung terlebih saat tangan kotor.

Pernyataan WHO diamini Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih, yang mengatakan berjemur di bawah sinar matahari tidak dikatakan sebagai pencegahan covid-19.

Kendati demikian, Daeng mengakui bahwa berjemur sinar matahari selama 10 hingga 15 menit bagus untuk kesehatan karena bermanfaat untuk mendapatkan vitamin D.

“Berjemur memang bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh, tapi tidak bisa dikatakan sebagai pencegahan covid-19,” kata Daeng.

Sementara Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati sebelumnya mengatakan, dari kajian sejumlah ahli menyebut terdapat pengaruh cuaca dan iklim terhadap tumbuh kembang virus SARS-CoV 2 penyebab covid-19.

BMKG mengkaji variabel tumbuh kembang virus corona dengan cuaca dan iklim bersama 11 doktor meteorologi, klimatologi, matematik beserta ilmuwan kedokteran, mikrobiologi, kesehatan, dan pakar lainnya.

Walau demikian, dia menyebut bahwa pergerakan atau mobilitas penduduk lebih berpengaruh ketimbang faktor iklim dalam penyebaran virus.

Dwikorita pun menyampaikan, masyarakat lah yang harusnya bisa manfaatkan keuntungan iklim tropis ini, untuk memperkuat imunitas di bawah matahari pada jam yang tepat. (ATN)

Tags: BMKGCoronavirusCOVID-19IDIWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.