• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Kecewa China Hambat Investigasi Asal Usul Virus Corona

by Redaksi Asiatoday
January 6, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pusat Pandemi Corona Kini Bergeser ke Eropa  

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus didampingi Kepala Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove. Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa China telah menghambat upaya investigasi asal-usul pandemi virus corona baru dengan tidak memberikan izin kepada para ahli internasional untuk memasuki negaranya dalam rangka pemeriksaan.

Tedros mengatakan bahwa dia kecewa dengan penundaan yang dilakukan oleh Beijing. Pasalnya, para anggota tim ilmiah internasional telah meninggalkan negara asalnya untuk tujuan penyelidikan, tetapi justru dihambat saat masuk ke China.

“Kami mengetahui bahwa para pejabat China belum menyelesaikan izin yang diperlukan untuk kedatangan tim di negara tersebut,” kata Tedros saat konferensi pers di Jenewa, dikutip dari New York Post, Rabu (6/1/2021).

RelatedPosts

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

Bangladesh Defies US Pressure, Seals 13 Strategic Deals With China in Major Geopolitical Shift

“Saya sangat kecewa dengan berita ini, mengingat dua anggota telah memulai perjalanan mereka dan yang lainnya tidak dapat melakukan perjalanan pada menit-menit akhir, tetapi telah melakukan kontak dengan pejabat senior China,” imbuhnya.

Para penyelidik diperkirakan bakal melakukan perjalanan ke Wuhan, kota di China yang menjadi pusat wabah pertama kali teridentifikasi pada Desember 2019. Rencananya, mereka akan berada di sana sekitar empat hingga lima minggu.

Tedros pun berpesan kepada Beijing bahwa penyelidikan itu adalah prioritas utama bagi badan kesehatan tersebut dan memberitahu bahwa China harus mempercepat prosedur internal sedini mungkin.

Selain itu, China juga dianggap oleh banyak pihak mengaburkan tanggung jawabnya sebagai negara yang pertama kali menjadi tempat infeksi virus. Pada pengujung tahun lalu, ilmuwan China merilis temuan hipotesis yang menyatakan bahwa pandemi bisa jadi berasal dari India.

Bahkan, seorang diplomat senior China Wang Yi berpendapat semakin banyak penelitian yang dilakukan semakin menunjukkan bahwa virus corona baru muncul di berbagai wilayah. Hal-hal ini dinilai sebagai langkah propaganda China terkait asal-usul virus corona. (ATN)

Tags: ChinaCoronavirusCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid
  • Bangladesh Defies US Pressure, Seals 13 Strategic Deals With China in Major Geopolitical Shift
  • IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.