• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Resmi Izinkan Vaksin Pfizer dan BioNTech Digunakan di Seluruh Dunia

by Redaksi Asiatoday
January 1, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
WHO Menduga Wabah Pneumonia di China Bersumber dari Pasar Seafood Wuhan

World Health Organization (WHO). ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengizinkan vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech sebagai penggunaan darurat di seluruh dunia.

Vaksin hasil kerjasama farmasi multinasional Amerika dan perusahaan bioteknologi Jerman tersebut menjadi vaksin COVID-19 pertama yang memperoleh restu dari WHO.

Tinjauan WHO menemukan bahwa vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech memenuhi kriteria keamanan dan kemanjuran yang lebih besar daripada risikonya.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Hal inilah yang membuat WHO memasukkan vaksin Pfizer ke dalam daftar penggunaan darurat (EUL). WHO pun akan segera memberitahu mengenai dosis suntikan, manfaat, serta hal-hal yang mesti diantisipasi.

“Ini adalah langkah yang sangat positif untuk memastikan akses global ke vaksin COVID-19,” kata Kepala Program Akses Obat-Obatan WHO,  Mariangela Simao, dikutip dari CNA, Jumat (1/1/2021).

“Saya ingin menekankan perlunya upaya global yang lebih besar untuk mencapai pasokan vaksin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan populasi prioritas di mana pun,” imbuhnya.

Meski begitu, perlu diperhatikan bahwa proses penyimpanan dan pengiriman vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech yang tidak mudah. Harus dipastikan disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius. Ini yang menjadi rintangan bagi negara-negara berkembang tanpa infrastruktur yang memadai.

Vaksin COVID-19 buatan Pfizer telah mendapat dukungan peraturan dari Inggris, Badan Obat-obatan Eropa, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Kesehatan Kanada, Bahrain, Israel, Kuwait, Meksiko, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Singapura.

RNA messenger di dalam vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech ditemukan 95 persen efektif setelah dua dosis terpisah 21 hari. (ATN)

Tags: Vaksin Covid-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.