• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Sebut Covid-19 Berasal dari Alam, Trump Klaim dari Laboratorium di Wuhan

by Redaksi Asiatoday
May 2, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wabah Virus Corona Masuk Arab Saudi, 1 Orang Positif Terinfeksi

Virus Corona. ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa coronavirus (covid-19) bersumber dari alam dan merupakan hal penting bagi komunitas global untuk segera mencari sumber utamanya.

Pernyataan WHO itu disampaikan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah melihat bukti bahwa covid-19 berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, China.

Dr Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Darurat WHO, menjawab sebuah pertanyaan awak media terkait klaim Trump. Pertanyaan itu ditujukan kepada Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, namun dijawab oleh Ryan.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

“Mengenai asal muasal virus di Wuhan, dengan berbasis keterangan sejumlah ilmuwan yang telah meneliti sendiri virus tersebut, kami yakin virus ini berasal dari alam,” tegas Ryan, melansir Anadolu Agency, Sabtu (2/5/2020).

“Hal terpenting adalah, kita harus bisa mencari sumber utama virus ini di alam,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa mencari sumber covid-19 di alam merupakan hal penting agar para ilmuwan dapat lebih memahami karakteristik virus tersebut.

“Tujuannya adalah agar kami dapat melakukan langkah-langkah pencegahan agar hal serupa tak terluka lagi di wilayah manapun,” ungkap Ryan.

Menurut Ryan, WHO menawarkan bantuan kepada para ilmuwan yang sedang melakukan studi mengenai covid-19. WHO ingin agar studi semacam mengenai covid-19 dapat berlangsung cepat demi mencegah terjadinya pandemi serupa di masa mendatang.

Bulan lalu, Trump mengatakan bahwa WHO bias terhadap China di fase-fase awal pandemi covid-19. Kritik Trump merujuk pada WHO yang menentang kebijakan sejumlah negara yang menutup perbatasannya dari China di awal tahun.

Saat itu, WHO menyebut bahwa negara-negara belum pernah menutup perbatasan mereka dari China, negara tempat pertama munculnya covid-19 pada akhir Desember 2019.

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 3,2 juta dengan 238 ribu lebih kematian dan 1.055.536 pasien sembuh. (ATN)

Tags: China VirusCoronavirusCOVID-19Donald TrumpPandemi GlobalWHOWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.