• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank : Jokowi Harus Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan

by Redaksi Asiatoday
September 3, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
World Bank : Jokowi Harus Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan

Ekonom World Bank (Bank Dunia) ingatkan Jokowi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank (Bank Dunia) menyarankan pemerintah untuk memperbaiki melebarnya defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD). Hal itu disampaikan oleh perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves saat menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menurut Rodrigo, salah satu cara pemerintah Indonesia memitigasi dampak perlambatan ekonomi dunia dengan cara menekan CAD. Defisit transaksi berjalan itu dapat diperbaiki dengan menggenjot penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment.

“Rekomendasi utama yang kami sampaikan untuk mendorong ekonomi adalah dengan memperbaiki current account defisit dengan penanaman modal asing (FDI),” ujar Rodrigo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Tinggginya aliran dana asing akan membantu perekonomian Indonesia tumbuh di atas target. Namun, pemerintah perlu menyiapkan berbagai strategi untuk menarik investasi asing.

“Pemerintah perlu memberikan kredibilitas yang dibutuhkan dalam FDI. Aturan mainnya harus jelas, stabil, memenuhi aspek kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Rodrigo mengungkapkan, fundamental makroekonomi Indonesia cukup solid dibandingkan negara emerging market lainnya. Reformasi struktural di bidang Sumber Daya Manusia, infrastruktur, investasi, FDI, pemungutan pajak, bakal menambah daya tahan ekonomi RI

“Indonesia sebenarnya punya fundamental yang kuat terutamanya dalam hal manajemen makro,” tandasnya.

Adapun current account defisit (CAD) mencapai tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan data Bank Indonesia. Temperature defisit transaksi berjalan itu meningkat dari USD7 miliar menjadi USD8,4 miliar di kuartal II-2019.

Serupa, nilai neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2019 masih mengalami defisit USD63,5 juta. Secara akumulasi, neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2019 mencatat defisit USD1,90 miliar. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bank DuniaCADDefisit Transaksi BerjalanInvestasi GlobalInvestasi IndonesiaNeraca PerdaganganWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.