• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank: Kualitas Rumah Subsidi di Indonesia Buruk dan Belum Layak Huni

by Redaksi Asiatoday
July 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
World Bank: Kualitas Rumah Subsidi di Indonesia Buruk dan Belum Layak Huni

Perumahan subsidi. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank menilai perumahan subsidi yang dibangun pemerintah Indonesia belum layak huni. Selama ini, perumahan subsidi cenderung berada di lokasi yang buruk.

Dalam laporan bertajuk The World Bank’s 2020 Indonesia Public Expenditure Review of Government Spending, World Bank menjelaskan bahwa rumah subsidi saat ini gagal memenuhi permintaan perumahan di daerah perkotaan.

Walaupun daerah perkotaan memiliki kebutuhan perumahan yang terbesar, namun 57 persen unit rumah bersubsidi FLPP berlokasi di daerah pedesaan pada 2017. Bahkan jumlahnya meningkat dari 36 persen pada 2016.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

“Seperti di Medan, 88 persen unit rumah bersubsidi untuk 2016 dan 2017 berada di lokasi yang berjarak 10 kilometer atau lebih dari pusat kota. Sementara di Surabaya dan Bandung, persentasenya masing-masing sebesar 99 persen dan 98 persen,” papar laporan World Bank itu.

Meskipun lahan di daerah jauh lebih terjangkau dari pusat kota, namun perumahan yang lokasinya buruk justru mengakibatkan biaya jangka panjang yang lebih tinggi bagi masyarakat dan tentunya pemerintah.

“Hal ini dikarenakan biaya lainnya yang terkait seperti transportasi, jarak ke pusat-pusat ekonomi, peningkatan waktu perjalanan, kemacetan, dan kurangnya peningkatan nilai harga rumah,” tulis laporan tersebut.

Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa perumahan yang berlokasi buruk, dengan akses yang relatif rendah ke layanan umum dan pekerjaan, dikaitkan dengan mobilitas ekonomi antargenerasi yang lebih rendah.

Kualitas Rendah

Dilain pihak, kualitas rumah bersubsidi yang rendah menyebabkan tingkat kekosongan hunian yang tinggi, menambah jumlah rumah tidak layak huni yang sudah tinggi jumlahnya.

Sampel dari 14.393 unit rumah baru yang dibeli dengan subsidi pemerintah menunjukkan bahwa sekitar 36 persen dari semua unit tidak dihuni.

Alasan utamanya adalah karena kondisi infrastruktur (PSU) dasar yang buruk 44 persen, diikuti oleh kualitas konstruksi yang buruk 27 persen, serta kurangnya listrik dan air bersih 17 persen.

Hal ini dikonfirmasi melalui penilaian yang dilakukan pada 2018 oleh Direktorat Perumusan Kebijakan dan Evaluasi dari Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan.

Sebanyak 55,4 persen unit bersubsidi yang dibangun oleh pengembang tidak memenuhi standar minimum konstruksi dan persyaratan infrastruktur seperti yang diatur dalam peraturan subsidi KPR.

“Buruknya kualitas rumah bersubsidi tidak membantu Pemerintah Indonesia untuk memenuhi tujuannya untuk memastikan ‘perumahan untuk semua’. Dana pemerintah dibelanjakan untuk unit perumahan yang tidak memberikan solusi jangka panjang kepada penerima manfaat akan kebutuhan perumahan mereka,” tandas World Bank. (ATN)

Tags: Kredit PerumahanPerumahan SubsidiSubsidi IndonesiaWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.