• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

WTO: Kepemimpinan G20 Percepat Pemulihan Ekonomi Global

by Redaksi Asiatoday
June 30, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WTO Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan Global Turun ke Level Terendah

Markas Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyatakan bahwa kepemimpinan G20 dalam perdagangan multilateral menjadi kekuatan penting yang mendorong percepatan pemulihan ekonomi global akibat pandemi sekaligus memungkinkan akses terhadap pasokan medis.

Menurut WTO, koordinasi dan kerja sama antarnegara semakin erat selama pandemi, meski masih ada sejumlah pekerjaan rumah. Laporan Pemantauan Perdagangan WTO ke-25 tentang langkah-langkah perdagangan G20 disusun berdasarkan tinjauan antara pertengahan Oktober 2020 hingga pertengahan Mei 2021.

Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan sistem perdagangan multilateral telah kembali membuktikan nilainya. Seperti yang terjadi selama krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu, sistem tersebut telah menjadi benteng yang kokoh dan efektif melawan segala percepatan proteksionisme saat dunia menghadapi krisis ekonomi dan kesehatan terburuk dalam beberapa generasi.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Saat dunia berjuang untuk mengatasi dampak besar manusia, ekonomi dan sosial dari pandemi, kita tidak boleh berpuas diri. Pemulihan perdagangan tidak akan berkelanjutan kecuali ekuitas vaksin terjamin,” kata Okonjo-Iweala, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (29/6/2021).

Laporan tersebut menunjukkan bahwa meskipun nilai perdagangan barang global menyusut lebih dari 8 persen pada 2020, ekspor-impor pasokan medis meningkat 16 persen dan alat pelindung diri (APD) naik sebesar 50 persen.

Sistem multilateral memainkan peran sentral dalam perkembangan itu. Dalam hal jumlah, ekonomi G20 menerapkan 140 tindakan perdagangan sejak dimulainya pandemi. Sebanyak 101 (72 persen) bersifat memfasilitasi perdagangan, dan 39 (28 persen) merupakan pembatasan.

Di antara 101 langkah-langkah fasilitasi perdagangan, 60 persen merupakan pengurangan atau penghapuran tarif dan pajak impor. Adapun, pada 39 upaya pembatasan, 90 persen ialah larangan ekspor. Negara-negara G20 tertentu mengurangi tarif untuk berbagai barang seperti APD, pembersih, disinfektan, peralatan medis dan obat-obatan.

Selama periode peninjauan, tiga negara untuk sementara menghapus tarif impor pada vaksin Covid-19, melengkapi anggota G20 yang menerapkan tarif nol pada sektor ini menjadi 10.

Perekonomian G20 juga terus mencabut langkah-langkah yang diterapkan sebagai tanggapan terhadap pandemi. Pada pertengahan Mei 2021, sekitar 22 persen dari langkah-langkah fasilitasi perdagangan Covid-19 dan 49 persen dari upaya pembatasan telah dihentikan.

Cakupan perdagangan langkah-langkah fasilitasi perdagangan terkait Covid-19 yang diterapkan sejak awal pandemi diperkirakan mencapai USD215,7 miliar, sedangkan tindakan pembatasan perdagangan terkait COVID-19 mencapai USD135,7 miliar.

Menurut perkiraan awal oleh Sekretariat WTO, cakupan tindakan pembatasan perdagangan yang masih berlaku (USD98,8 miliar) sedikit lebih tinggi daripada yang memfasilitasi perdagangan (USD96,5 miliar). Hal itu menunjukkan bahwa dalam hal cakupan perdagangan, pencabutan fasilitasi perdagangan lebih cepat daripada langkah pembatasan.

Okonjo-Iweala memperingatkan, sementara temuan laporan menunjukkan tindakan pembatasan perdagangan turun, ekonomi G20 memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan aliran bebas input dan pasokan medis yang penting untuk menyelamatkan nyawa.

Covid-19 terus menjadi ancaman serius bagi ekonomi global dan kesehatan masyarakat. Lambatnya produksi vaksin dan distribusinya yang tidak merata, berkontribusi terhadap kesenjangan akses yang signifikan di seluruh negara, terutama untuk negara berkembang dan berpenghasilan rendah, yang berjuang untuk mendapatkan dosis yang cukup untuk menyuntik lebih dari sebagian kecil populasi mereka.

Pembatasan perdagangan, menghambat upaya dunia untuk meningkatkan produksi, khususnya di negara berkembang dan memastikan distribusi vaksin yang adil.

“Kebijakan vaksin adalah kebijakan perdagangan dan kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk mencegah munculnya kembali pandemi, yang secara signifikan akan membahayakan pemulihan ekonomi global. Pada saat ini, kepemimpinan G20 akan menjadi sangat penting dalam mendukung kembalinya pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif,” ujarnya. (ATN)

Tags: G20World TradeWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.