• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WTO: Pertumbuhan Perdagangan Global akan Melambat 1,7 Persen pada 2023

by Redaksi Asiatoday
April 6, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WTO: Pertumbuhan Perdagangan Global akan Melambat 1,7 Persen pada 2023

Aktivitas terminal peti kemas di Pelabuhan Taicang, Provinsi Jiangsu, China timur. Foto: Xinhua

ASIATODAY.ID, JENEWA – Pertumbuhan perdagangan global pada 2023 akan melambat menjadi 1,7 persen, demikian disampaikan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam laporan prospek dan statistik perdagangan tahunannya, yang diterbitkan pada Rabu (5/4).

Volume perdagangan barang dunia mendapatkan tekanan dari dampak konflik di Ukraina, inflasi tinggi, pengetatan kebijakan moneter, dan ketidakpastian pasar keuangan, menurut laporan tersebut.

Namun, perkiraan untuk pertumbuhan perdagangan pada 2023 naik dari perkiraan sebelumnya, yakni 1,0 persen pada Oktober tahun lalu. Penyesuaian yang dilakukan China terhadap kebijakan COVID-19 merupakan “faktor kunci” dalam kenaikan tersebut, papar laporan itu. Pembukaan kembali China diperkirakan akan mendongkrak perdagangan internasional, tambah laporan tersebut.

RelatedPosts

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Anjlok akibat penurunan tajam pada kuartal keempat, volume perdagangan dunia tumbuh 2,7 persen, “peningkatan yang lebih rendah dari perkiraan.”

Menurut para ekonom WTO, Produk Domestik Bruto (PDB) global pada nilai tukar pasar akan tumbuh 2,4 persen pada 2023. Sementara itu, proyeksi untuk pertumbuhan PDB dan perdagangan pada 2023 berada di bawah rata-rata untuk 12 tahun terakhir, yakni masing-masing sebesar 2,6 persen dan 2,7 persen.

“Dampak COVID-19 yang masih dirasakan dan meningkatnya ketegangan geopolitik merupakan faktor utama yang berdampak terhadap perdagangan dan output pada 2022, dan hal itu kemungkinan besar juga akan terjadi pada 2023,” ujar Ralph Ossa, Kepala Ekonom WTO.

Kenaikan suku bunga di negara-negara maju juga menyingkap berbagai kelemahan dalam sistem perbankan yang dapat menyebabkan ketidakstabilan finansial yang lebih luas jika diabaikan, katanya.

“Pemerintah dan para pembuat kebijakan harus mewaspadai hal ini dan risiko-risiko keuangan lainnya dalam beberapa bulan ke depan,” imbuhnya.

“Perdagangan masih menjadi kekuatan untuk ketahanan dalam ekonomi global, tetapi perdagangan akan tetap berada di bawah tekanan dari faktor eksternal pada 2023. Artinya, semakin penting bagi pemerintah untuk menghindari fragmentasi perdagangan dan menahan diri untuk tidak menimbulkan hambatan dalam perdagangan,” kata Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala.

“Berinvestasi dalam kerja sama multilateral di bidang perdagangan, seperti yang dilakukan oleh para anggota WTO dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-12 pada Juni lalu, akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan standar hidup masyarakat untuk jangka panjang,” demikian dia menekankan.

Menurut laporan tersebut, pertumbuhan perdagangan global akan mengalami rebound ke angka 3,2 persen pada 2024, seiring pertumbuhan PDB global meningkat menjadi 2,6 persen.

Perkiraan tersebut lebih tidak pasti dibandingkan biasanya karena adanya risiko penurunan yang substansial, termasuk ketegangan geopolitik, gangguan pasokan makanan, dan kemungkinan tentang adanya dampak tak terduga dari pengetatan kebijakan moneter, tambah laporan itu. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Perdagangan DuniaWorld TradeWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.