• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Yuan China Anjlok Digilas Dolar AS

by Redaksi Asiatoday
July 28, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Yuan China Anjlok Digilas Dolar AS

Yuan dan Dolar. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS) menunjukkan kurs yuan anjlok sebanyak 195 basis poin menjadi 6,4929 terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu. Yuan berbalik melemah dari kenaikan 29 basis poin menjadi 6,4734 sehari sebelumnya.

Laporan kantor berita Antara, Rabu (28/7/2021), di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar 2 persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Investor menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve minggu ini untuk sinyal apapun tentang kapan bank sentral akan mulai mengurangi pembelian asetnya.

RelatedPosts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Greenback terpangkas 0,263 persen di 92,362 pada perdagangan sore, tetapi masih dalam jarak dekat dari tertinggi 3,5 bulan di 93,19 yang dicapai pada 21 Juli.

Mata uang AS telah meningkat secara luas selama lebih dari sebulan di tengah ekspektasi bahwa ketika pemulihan ekonomi meningkat, The Fed akan mulai mengurangi dukungan moneternya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Tetapi peningkatan kasus varian delta covid-19 dapat mengaburkan prospek tersebut.

“Dolar telah mengalami lonjakan musim panas yang bagus dan saya pikir risiko peristiwa yang ditimbulkan oleh The Fed sudah cukup untuk sedikit menekan dolar,” kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo.

The Fed memulai pertemuan dua hari pada Selasa waktu setempat, diikuti oleh konferensi pers oleh Ketua Jerome Powell pada Rabu waktu setempat.

“Saya pikir dia hanya akan memberi sinyal ke pasar bahwa mereka telah mendiskusikan ukuran tapering (pengurangan pembelian obligasi), mereka mendiskusikan bagaimana tapering, tetapi mereka masih dalam sikap menunggu dan melihat, mengingat di mana kita berada dalam pemulihan,” kata Analis Pasar Senior Oanda Edward Moya.

“Jadi, mereka akan mencoba untuk mengalah, tapi saya pikir akan ada beberapa hawkish,” tandasnya. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaDolarYuan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.