• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank Alokasikan Rp169 Triliun Bantu Negara Berkembang Atasi Corona

by Redaksi Asiatoday
March 4, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bank Dunia : Jokowi Harus Benahi 4 Hal Untuk Menarik Investasi Asing

The World Bank. Doc

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – World Bank menyiapkan paket awal hingga USD12 miliar atau sekitar Rp169 triliun dalam bentuk dukungan langsung untuk membantu negara-negara mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi dari wabah virus corona (COVID-19).

Paket jalur cepat baru ini akan membantu negara-negara berkembang memperkuat sistem kesehatan, termasuk akses yang lebih baik ke layanan kesehatan untuk melindungi orang dari epidemi, memperkuat pengawasan penyakit, meningkatkan intervensi kesehatan masyarakat, dan bekerja dengan sektor swasta untuk mengurangi dampak terhadap ekonomi.

“Kami berupaya untuk memberikan respons yang cepat dan fleksibel berdasarkan kebutuhan negara-negara berkembang dalam menangani penyebaran COVID-19,” ujar David Malpass, Presiden Bank Dunia, dalam sebuah pernyataan, Selasa (3/3/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“Ini termasuk pembiayaan darurat, saran kebijakan, dan bantuan teknis, membangun instrumen dan keahlian Bank Dunia yang ada untuk membantu negara-negara menanggapi krisis,” katanya.

Bank Dunia mencatat bahwa negara-negara menghadapi berbagai tingkat risiko dan kerentanan terhadap COVID-19, dan akan memerlukan berbagai tingkat dukungan.

Oleh karena itu, dukungannya akan memprioritaskan negara-negara termiskin dan mereka yang berisiko tinggi dengan kapasitas rendah.

“Ketika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terus berkembang, World Bank akan menyesuaikan pendekatan dan sumber dayanya sesuai kebutuhan,” kata pernyataan itu.

Bank Dunia juga akan secara aktif terlibat dengan lembaga-lembaga internasional dan otoritas-otoritas negara untuk membantu mengoordinasikan respons global.

Sebelumnya, International Monetary Fund (IMF) dan World Bank berkomitmen untuk membantu negara-negara anggota mengatasi tantangan manusia dan ekonomi dari wabah virus corona (Covid-19) yang menyebar cepat, termasuk melalui dana darurat.

Dalam pernyataan bersama, kedua badan dunia itu menegaskan akan fokus terutama pada negara-negara miskin yang memiliki sistem kesehatan paling lemah, serta mendesak negara-negara anggotanya untuk memperkuat sistem pengawasan untuk mengendalikan virus berbahaya itu.

“Kerja sama internasional sangat penting untuk menangani dampak kesehatan dan ekonomi dari virus covid-19,” kata pernyataan itu, melansir CNA, Rabu (4/3/2020).

Baik IMF maupun Bank Dunia berkomitmen penuh untuk mendukung upaya ini. Wabah ini menjerumuskan ekonomi dunia ke dalam penurunan terburuk sejak 2008.

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mendesak pemerintah dan bank sentral untuk menghindari kemerosotan ekonomi kedalam jurang yang lebih dalam lagi.

Para menteri keuangan dari tujuh negara ekonomi terbesar di dunia (G7) diperkirakan akan mengadakan konferensi pers lanjutan untuk membahas langkah-langkah untuk menangani dampak ekonomi dari wabah virus corona.

IMF mengatakan memiliki sejumlah fasilitas dan instrumen dalam perangkat alatnya untuk membantu negara-negara merespons dampak ekonomi dari virus corona.

Sebelumnya, Fasilitas Kredit Cepat (RCF) dan Instrumen Pembiayaan Cepat (RFI), yang dapat memberikan bantuan keuangan darurat kepada negara-negara anggota yang dapat dengan cepat dicairkan, digunakan pada 2016 untuk membantu Ekuador setelah gempa besar.

IMF juga dapat menambah program pinjaman yang ada untuk mengakomodasi kebutuhan mendesak terkait wabah. Misalnya, dengan menyediakan dana tambahan untuk Guinea, Liberia, dan Sierra Leone pada 2014 untuk memerangi wabah Ebola.

IMF juga bisa mengeluarkan hibah untuk mengurangi utang yang dapat membantu negara-negara termiskin mengatasi bencana. Selain itu, bantuan ini juga diharapkan dapat membantu negara-negara itu untuk memperluas kapasitas mereka menghadapi wabah virus corona. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: China VirusCoronavirusG7IMFOECDVirus CoronaWorld BankWorld Corona
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.