• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Dampak Covid-19, Singapura Kini Diambang Resesi Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
April 29, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasus Covid-19 Meledak di Singapura, 942 Orang Terinfeksi Dalam Sehari

Negeri Singapura. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Singapura akan memasuki resesi ekonomi pada tahun ini.

Bank Sentral Singapura menyatakan, pandemi coronavirus (Covid-19) telah mengakibatkan hilangnya pekerjaan dan tenaga kerja murah akibat “ketidakpastian yang nyata” tentang berapa lama penurunan kondisi ekonomi akan terjadi.

Kondisi Singapura tergantung pada bagaimana pandemi berkembang dan ketepatan kebijakan di seluruh dunia.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Pertumbuhan ekonomi bahkan bisa turun di bawah kisaran perkiraan -4 hingga -1 persen sebagai kontraksi terburuknya, menurut Otoritas Moneter Singapura (MAS) berdasarkan tinjuauan semester terakhir terkait ekonomi makro.

Sebagai perbandingan, resesi terburuk Singapura sejauh ini adalah selama krisis keuangan Asia pada 1998, ketika ekonomi berkontraksi 2,2 persen.

Pertumbuhan ekonomi setahun penuh hanya 0,1 persen selama krisis keuangan global pada 2009 dan menyusut 1,1 persen pada 2001.

“Ekonomi Singapura akan memasuki resesi tahun ini,” demikian menurut MAS dalam laporan setebal 132 halaman dilansir CNA, Rabu (29/4/2020).

Hingga saat ini, hampir 15.000 orang di Singapura telah terinfeksi penyakit tersebut dan 14 orang meninggal. Hampir 85 persen dari infeksi itu terkait dengan asrama pekerja asing.

Semua tempat kerja yang tidak penting telah ditutup dan penduduk diberitahu untuk tidak meninggalkan rumah mereka. Warga diminta hanya keluar untuk membeli makanan dan bahan makanan atau berolahraga sendirian di lingkungan tersebut.

Pembatasan pergerakan warga telah mengorbankan perekonomian yang berkontraksi 2,2 persen dalam tiga bulan pertama.

Kondisi itu sekaligus menandai kuartal negatif pertama sejak krisis keuangan global pada 2009.

MAS mengatakan ekonomi Singapura kemungkinan akan “berkontraksi lebih tajam” pada kuartal kedua, mengingat tingkat keparahan wabah di antara mitra dagang utama.

Lebih dari itu, prospeknya “penuh dengan ketidakpastian” karena Singapura sangat bergantung pada keadaan eksternal. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19Krisis EkonomiResesi EkonomiResesi GlobalResesi Singapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.