• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Izinkan Investigasi Laboratorium di Wuhan untuk Ungkap Fakta Covid-19

by Redaksi Asiatoday
May 15, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
China Kewalahan Atasi Gelombang Kedua Wabah Covid-19

China Country. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah China bersedia mengiziinkan investigator independen untuk memeriksa laboratorium virologi Wuhan terkait dugaan asal coronavirus (Covid-19).

Meski demikian, otoritas China menyatakan bahwa akses tersebut tidak akan diberikan dalam waktu dekat. Hal tersebut mengingat kluster baru virus Corona muncul di Wuhan baru-baru ini.

Selain tidak akan memberikan akses ke laboratorium dalam waktu dekat, Pemerintah China menambahkan bahwa akses hanya akan diberikan dengan satu syarat yaitu, jika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilibatkan dalam investigasi terkait.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“Kami sangat terbuka untuk investigasi independen, tetapi harus diorganisir oleh WHO. Sifatnya harus internasional,” ujar Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming, melansir Sky News, Jumat (15/5/2020).

Xiaoming menjelaskan, negaranya memberikan akses karena tidak ingin terus menerus dituduh menutup-nutupi fakta Covid-19.

Pemerintah China kata dia, ingin menunjukkan bahwa mereka bersikap transparan terkait wabah Corona.

“Tidak ada upaya menutup-nutupi fakta sama sekali sejak kasus virus Corona muncul di bulan Desember,” ujar Xiaoming.

Sikap China kali ini berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Dua pekan lalu, ketika Australia mengajukan usulan untuk investigasi internasional, China menanggapinya dengan keras.

China menganggap ada agenda politis dibalik usulan Australia, apalagi Australia membicarakan usulan tersebut dengan Amerika.

Amerika memang tengah berseteru dengan China. Keduanya saling serang soal asal usul virus Corona. Pemerintah Amerika mengklaim memiliki bukti virus Corona berasal dari laboratorium virologi Wuhan.

Sementara itu, China menuduh virus Corona dibawa ke Wuhan oleh personel militer Amerika.

Perkembangan terbaru, Amerika menuduh China telah meretas riset vaksin Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) serta Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Uni Eropa Juga Minta Investigasi Independen

Sementara itu, Uni Eropa juga mendesak dilakukan penyelidikan ilmiah independen terkait asal muasal pandemi Covid-19.

Ketua Komite untuk kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell meminta China berkontribusi secara signifikan melawan pandemi virus corona. Dia pun menekankan harus ada penyelidikan ilmiah independen mengenai asal mula pandemi tersebut.

Melalui sebuah kolom di edisi surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) pada Jumat, (15/5/2020), Borrel mengatakan China harus membantu melindungi dunia dari pandemi lebih jauh.

“Penyelidikan ilmiah independen tentang asal mula pandemi ini juga perlu,” jelasnya dalam pemberitaan tersebut.

Virus corona muncul di Kota Wuhan, China tengah pada Desember lalu dan sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa mengkritik penanganan mereka soal wabah tersebut. China mengaku prosedur mereka terbuka dan terang-terangan.

Borrell juga menyebutkan China harus mengemban tanggung jawabnya yang sepadan dengan bobotnya dalam menangani pandemi, penelitian vaksin dan peningkatan ekonomi global.

“Termasuk memainkan perannya dalam upaya bantuan utang besar bagi negara-negara berkembang yang sangat terpukul.” (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaChina VirusCoronavirusCOVID-19Uni EropaWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.