• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bank Negara Indonesia Didorong Jadi Pemain Global

by Redaksi Asiatoday
July 4, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tumbuh 14,7 Persen, Kredit BNI Tembus Rp559 Triliun

Kantor pusat BNI. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong perbankan negara untuk bertransformasi mengikuti kemajuan zaman.

Semula, Erick menggagas pembentukan holding di sektor perbankan BUMN namun gagasan itu urung diwujudkan dan ia pun mendorong bank-bank pelat merah bersaing secara mandiri.

“Awalnya ada pemikiran holdingisasi, tapi saya berpikir berbeda, saya harap bank-bank bersaing dengan sehat tapi dengan segmen pasar yang jelas,” ujar Erick dalam webinar, Kamis malam (2/7/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Erick mengungkapkan, PT Bank Tabungan Negara atau BTN misalnya, fokus pada pembiayaan perumahan melalui sinergi dengan beberapa pemengembang. Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI agar fokus pada pembiayaan kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sementara PT Bank Mandiri fokus untuk pembiayaan korporasi, dan PT Bank Negara Indonesia atau BNI ditantang untuk menjadi sumber pendanaan internasional.

“Kalau BNI terus compete sama Bank Mandiri dan lain-lain terus apa bedanya? Saya harap BNI menjadi international banking kita,” imbuhnya.

Menurut Erick, footprint BNI sudah ada di New York, Hong Kong, dan negara lainnya. Sebab, banyak pengusaha melakukan akuisisi perusahaan luar negeri dengan dukungan dari bank lokal dengan catatan dalam tiga hingga empat tahun bisa melakukan refinancing .

“Hal ini banyak sekali dilakukan, apalagi banyak pengusaha Indonesia yang berupaya global. Ini yang kita harapkan, dapat funding murah dari luar negeri, tapi ketika ada pengusaha akuisisi di luar negeri ada bank yang punya bendera kita mendukung,” jelas Erick. (ATN)

Tags: BNIErick ThohirKemenBUMNPerbankan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.