• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

WIKA Ekspansi ke Kawasan Afrika Garap Proyek Senilai Rp2 Triliun

by Redaksi Asiatoday
August 7, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Strategi Inovatif, WIKA Raih Keuntungan Rp1,01 Triliun

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) siap ekspansi di kawasan Afrika.

Pasalanya, perusahaan konstruksi itu bakal menggarap sejumlah proyek di kawasan Afrika dengan potensi nilai kontrak lebih dari Rp2 triliun.

“Ada beberapa negara saat ini sedang under progress. Calonnya banyak, di antaranya Senegal, Rwanda, Pantai Gading, Madagaskar dan Aljazair. Potensi total nilainya di atas Rp2 triliun,” terang Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya, Mahendra Vijaya di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Dikatakan, proyek-proyek yang akan dikerjakan yakni pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, hingga pembangunan apartemen dan gedung bak sentral.

Kendati banyak permintaan kata dia, pihaknya belum tentu menerima semua tawaran pengerjaan proyek di sejumlah negara Afrika itu. Ada beberapa pertimbangan yang sudah ditentukan oleh perseroan, diantaranya kemampuan pendanaan suatu negara di Afrika hingga potensi keuntungan yang diperoleh.

“Dalam mengerjakan proyek di luar negeri, ada beberapa faktor kehati-hatian yang harus di kedepankan dan kajian mendalam seperti faktor risiko keamanan, stabilitas politik, dan keimigrasian juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, dalam mengerjakan proyek luar negeri, perseroan juga bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri. Selain itu, pihaknya juga mendapat dukungan fasilitas pinjaman berbunga rendah dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank.

“Wika selalu bersinergi dengan Kemenlu dan juga mendapatkan dukungan fasilitas pendanaan dari Eximbank Indonesia. Eximbank dapat penugasan khusus dari Kemenkeu sehingga ada insentif rate yang lebih rendah guna mendorong ekspor barang dan jasa,” paparnya.

Tahun 2019 ini, target kontrak baru WIKA untuk pasar luar negeri mencapai Rp4 triliun hingga Rp5 triliun atau sekitar lima persen dari total keseluruhan kontrak baru WIKA senilai Rp61 triliun. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AfrikaWIKA
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.