• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Diproyeksi Jadi Pusat Keuangan Syariah di Dunia

by Redaksi Asiatoday
October 13, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Terapkan Satu Data Perbankan Mulai 2020

Industri Perbankan. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh terobosan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan merger atau penggabungan tiga bank BUMN syariah yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri.

Langkah ini dipandang strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah di dunia.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, merger Bank Syariah akan memberikan kualitas layanan yang lebih baik serta memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan ekonomi nasional.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

“OJK telah menerima informasi ini dan akan memfasilitasi dengan berbagai kebijakan dan ketentuan agar aksi korporasi ini berjalan sesuai dengan tahapan waktu yang direncanakan,” jelasnya Selasa (13/10/2020).

Wimboh memandang, penggabungan tiga bank BUMN Syariah ini juga sejalan dengan upaya Indonesia menjadi sentra pengembangan keuangan syariah di dinia.

Saat ini peringkat Indonesia sudah berada posisi empat besar dunia dalam pengembangan industri keuangan syariah berdasarkan Islamic Finance Development Indicator.

Sementara itu, Ketua Tim Project Management Office dan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi mengungkapkan, jika berjalan lancar, legal merger akan terlaksana pada Februari 2021.

Dia pun mengingatkan pada proses merger yang terjadi pada Bank Mandiri 2000 lalu. Proses tersebut nilainya tidak mudah, butuh waktu persiapan minimal satu tahun.

“Tahun selanjutnya akan lebih pada proses integrasi, mulai dari sistem teknologi hingga corporate culture,” tandasnya. (ATN)

Tags: Ekonomi SyariahKeuangan SyariahOJKPerbankan IndonesiaSyariah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.