• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia-Singapura Perpanjang Kerja Sama Keuangan hingga Rp143,9 Triliun

by Redaksi Asiatoday
November 6, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia-Singapura Perpanjang Kerja Sama Pertukaran Mata Uang

Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong . Foto setkab

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) menyepakati perpanjangan kerja sama keuangan bilateral selama satu tahun ke depan.

Perpanjangan kerja sama keuangan bilateral itu senilai USD10 miliar atau Rp143,95 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi Onny Widjanarko mengatakan kerja sama ini telah berlangsung sejak November 2018 lalu, kemudian diperpanjang untuk pertama kali pada November 2019.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

“Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong untuk mendukung stabilitas moneter dan keuangan di kedua negara,” jelasnya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (6/11/2020).

Onny mengungkapkan, kerja sama ini terdiri dari dua perjanjian.

Pertama, Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA), yang memungkinkan dilakukannya pertukaran mata uang lokal antara kedua bank sentral. Total nilai pertukaran mata uang itu mencapai 9,5 miliar dolar Singapura atau Rp100 triliun.

Kedua, Bilateral Repo Agreement (BRL), yang memungkinkan dilakukannya transaksi repo antara kedua bank sentral. Tujuannya, mendapatkan likuiditas dalam dolar AS hingga sebesar USD3 miliar.

Implementasinya dengan menjaminkan obligasi pemerintah yang diterbitkan oleh negara-negara G3 meliputi AS, Jepang, dan Jerman yang dimiliki oleh kedua bank sentral.

“Perpanjangan yang kedua ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Singapura untuk tetap saling mendukung dalam rangka membangun kepercayaan terhadap kondisi perekonomian di masing-masing negara di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya. (AT Network)

Tags: Kerjasama Indonesia-Singapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.