• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Riset dan Prototipe Tuntas, Indonesia Siap Produksi Kendaraan Listrik

by Redaksi Asiatoday
August 17, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Riset dan Prototipe Tuntas, Indonesia Siap Produksi Kendaraan Listrik

Pameran Mobil Listrik. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan, persiapan Indonesia untuk mengembangkan produksi kendaraan listrik secara massal sudah tuntas.

“Kesiapan yang kami lakukan untuk kendaraan listrik itu mulai dari risetnya sudah selesai, prototipenya sudah selesai, tahap selanjutnya adalah bagaimana menscaling up atau mengembangkan produksi dan bisnis,” terang Menristekdikti kepada wartawan usai acara pengumuman Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2019 di Gedung Ristekdikti, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menristekdikti mengungkapkan ada lima perguruan tinggi yang terlibat dalam mengembangkan prototipe kendaraan listrik di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“Ini sudah diuji coba, sudah jalan dengan baik, tapi bagaimana ke industri ini yang menjadi masalah,” jelasnya.

Menurut Nasir, untuk mengembangkan produksi mobil listrik massal, maka industri komponen mobil listrik harus dipicu tumbuh dengan berbagai dukungan dan insentif, salah satunya dengan insentif pengurangan pajak.

“Kalau ada industri yang akan mengendorse, saya akan bicara dengan Menteri BUMN juga nanti kalau bisa paling lambat 2022 sudah merayap di Indonesia, harapannya begitu,” imbuh Nasir.

Dia mengatakan super tax deduction, yakni pengurangan pajak hingga 300 persen dapat diberikan kepada industri yang mengembangkan mobil listrik tersebut. Insentif itu diharapkan dapat berlaku pada industri komponen kendaraan listrik sehingga menjadi pemicu untuk tumbuhnya industri itu.

Dia mengatakan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk pembuatan kendaraan listrik harus ditingkatkan menjadi 60 persen. Saat ini pemakaian TKDN dalam prototipe mobil listrik masih sebesar 30 persen. Komponen krusial kendaraan berbasis listrik yang masih dikembangkan di Indonesia adalah baterai lithium.

“Obsesi saya TKDNnya bisa 60 persen. Kalau prototipe saat ini masih diangka 30 persen,” ujar Nasir.

Sementara itu, Presiden Jokowi berharap di masa akan datang, industri mobil listrik bangsa Indonesia akan tumbuh.

“Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu, kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri,” kata Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan Jakarta, Jumat (16/8/2019). (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Industri BateraiIndustri Kendaraan ListrikIndustri Mobil ListrikKemenristekDiktiPerpres Mobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.