• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Mulai Garap Industri Logam Tanah Jarang

by Redaksi Asiatoday
January 31, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspor Kaolin Bangka Belitung ke China dan Malaysia Capai 34.808 Ton

Tambang Kaolin atau Timah di Bangka, Belitung. Sumber deposit utama Logam Tanah Jarang (LTJ) yaitu monazite, merupakan mineral ikutan yang ada pada pertambangan timah. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mulai menggarap pengembangan industri logam tanah jarang (LTJ).

Pengembangan industri ini dimotori oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) berkolaborasi dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Direktur Utama Rekind Alex Dharma Balen menjelaskan, selama ini Batan sudah mengolah LTJ, namun masih dalam skala lab dan ujicoba. Dengan potensi besar di Indonesia, Rekind ingin mengambil bagian dari pengembangan teknologi tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

“Rekind bersama Batan akan bersinergi mengembangkan teknologi ini hingga tahapan skala komersial. Muaranya diharapkan mampu menggerakkan sendi-sendi sektor bisnis negara,” ujar Alex, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (31/1/2021).

Rekind berkomitmen hadir dengan kemampuan terbaiknya melalui kekuatan inovasi dan teknologi yang selama ini terus dikembangkan, terutama dalam menjawab kebutuhan di bidang energi baru terbarukan.

LTJ merupakan mineral ikutan yang terdapat dalam pertambangan mineral utama. Salah satu contoh sumber deposit utamanya yaitu monazite, merupakan mineral ikutan yang ada pada pertambangan timah. Sampai sekarang baru tiga negara yang mengembangkannya di level bisnis, yaitu China, Australia, dan Amerika Serikat.

Di era digital sendiri, kehadiran LTJ merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Produk turunan dari kehadiran LTJ mampu mendukung peran di sektor otomotif di masa depan, terutama dalam menyediakan magnet untuk motor pada mobil listrik.

Selain itu, LTJ juga berpotensi menunjang pengembangan sektor energi melalui panel surya efisiensi tinggi dan baterai dengan kemampuan penyimpanan energi yang besar.

LTJ juga memiliki peran besar dalam industri kesehatan, seperti pada alat Magnetic Resonance Imaging (MRI), serta industri pertahanan melalui cat anti radar.

Alex menegaskan, keterlibatan Rekind dalam mewujudkan teknologi industri ini merupakan bentuk kontribusi Rekind dalam menyiapkan Indonesia menghadapi era industri masa depan.

“Karena LTJ memiliki produk yang bervariasi dan fleksibel untuk dikembangkan,” jelas Alex.

Direktur Pengembangan Usaha Rekind, Achmad Muchtasyar menambahkan, kerja sama Rekind dan Batan akan fokus pada pengolahan monazite menjadi unsur LTJ yang sudah dimurnikan dan bahan material aktif untuk berbagai aplikasi turunannya.

Rekind akan berperan dalam perancangan proses agar teknologi yang sudah dikembangkan Batan di skala pilot tersebut dapat beroperasi secara efektif dan efisien pada skala komersial.

“Kami mendukung upaya pemerintah yang sedang melakukan pemetaan potensi LTJ, sehingga ketika diperlukan teknologinya sudah siap,” tukas Achmad. (ATN)

Tags: BATANHilirisasi MinerbaIndustri LogamLogamLogam Tanah JarangPT Rekayasa IndustriTambang Timah
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.