• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi USD48 Miliar, Eropa Pacu Produksi Baterai Mobil Listrik

by Redaksi Asiatoday
June 20, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi USD48 Miliar, Eropa Pacu Produksi Baterai Mobil Listrik

Baterai Mobil Listrik. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, PARIS – Industri baterai kendaraan listrik global terus bergerak.

Saat ini, Eropa mulai meningkatkan produksi baterai listriknya meskipun masih jauh dari ketergantungannya pada Asia.

China, Jepang dan Korea Selatan masih menjadi produsen sebagian besar baterai mobil listrik dunia.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Menurut laporan Transport & Environment, sebuah organisasi non-pemerintah pada bulan Juni, Eropa saat ini memiliki ambisi proyek untuk membangun baterai listrik sebesar 38 gigafactories dengan output tahunan gabungan 1.000 gigawatt jam (GWh) dan perkiraan biaya 40 miliar euro atau setara USD 48 miliar.

“Pasokan tahunan ini dapat dicapai pada 2029-2030 dan akan setara dengan produksi 16,7 juta kendaraan listrik berbasis baterai,” kata juru bicara T&E sebagaimana laporan CNA, Minggu (20/6/2021).

“Mengingat peningkatan permintaan yang luar biasa, ada kepentingan besar bagi produsen untuk mematahkan oligopoli produsen baterai,” kata Eric Kirstetter, seorang analis sektor di perusahaan konsultan Roland Berger.

“Mereka juga harus memastikan akses ke bahan untuk elektroda (anoda dan katoda), yang akan menentukan harga dan ketersediaan baterai,” tambahnya.

Di Swedia, start-up Northvolt berharap mencapai produksi tahunan 150 GWh di Eropa pada 2030, dengan satu pabrik sedang dibangun sekarang dan dua pabrik yang jauh lebih besar.

Northvolt sebelumnya mengatakan bahwa kapasitas produksi akan mencapai 32 GWh pada 2024, atau setara dengan 600 ribu kendaraan listrik per tahun.

Dalam laporan lain, Transport & Environment mengatakan kendaraan listrik baterai dapat dijual  di 27 negara Uni Eropa pada 2035 Hal ini bisa tercapai jika pembuat kebijakan memperkenalkan target CO2 yang lebih ketat dan dukungan kuat infrastruktur untuk mengisi daya mobil.

Pembuat mobil, yang berada di bawah tekanan untuk beralih dari kendaraan bahan bakar fosil, telah berinvestasi ke dalam produksi baterai. Raksasa Jerman Volkswagen telah berinvestasi di Northvolt dan juga berencana untuk membangun lima pabrik baterai lainnya.

Stellantis, yang memiliki merek seperti Alfa Romeo, Chrysler, Citroen, Dodge dan Fiat, sedang mengerjakan dua pabriknya sendiri, sementara perintis listrik Tesla ingin menjadikan gigafactory masa depannya di dekat Berlin salah satu yang terbesar di dunia dengan kapasitas 250 GWh pada 2030.

Pemerintah Eropa mendukung proyek tersebut karena mereka ingin benua tersebut mempertahankan peran utama dalam tren pembuatan mobil masa depan.

Pabrikan Asia juga berinvestasi di Eropa, dengan masuknya AESC untuk bekerja sama dengan Toyota dan Renault di Inggris dan Prancis. Dua perusahaan Korea Selatan, LG Chem dan SKI, juga telah membuka pabrik di Polandia dan Hungaria. CATL China sedang membangun satu pabrik di Jerman. (ATN)

Tags: Asia EropaIndustri BateraiIndustri Kendaraan ListrikInvestasi BateraiInvestasi Mobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.