• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Mobil Listrik, India Tolak Permintaan Keringanan Pajak CEO Tesla Elon Musk

by Redaksi Asiatoday
February 7, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tesla Kapalkan 241 Ribu Mobil Listrik ke Eropa dan Asia hingga September

Pabrik Tesla. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah India menolak permintaan CEO Tesla Inc., Elon Musk untuk diberikan keringanan pajak bagi mobil listrik impor karena sudah menerapkan retribusi yang rendah bagi perakitan lokal.

Ketua Dewan Pusat Pajak dan Kepabeanan Tidak Langsung India, Vivek Johri mengatakan produksi dalam negeri sedang dilakukan dan beberapa investasi telah masuk dengan struktur tarif saat ini.

“Jadi, jelas ini bukan halangan,” ungkapnya dilansir Bloomberg pada Jumat (4/2/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi telah mendorong Tesla untuk memproduksi kendaraan secara lokal. Namun, Elon Musk ingin India menurunkan pajak hingga 100 persen untuk kendaraan listrik (EV) impor sehingga dapat menjual kendaraan dengan harga yang kompetitif.

Namun, pemerintah setempat memungut bea masuk antara 15 – 30 persen untuk suku cadang yang dikirim untuk perakitan di dalam negeri.

Adapun, Tesla belum mempresentasikan rencana pembuatan dan pengadaan lokal dari India, bahkan setelah pemerintah memintanya, kata Johri.

Anggaran federal awal pekan ini tidak menyebutkan keringanan pajak untuk kendaraan ramah lingkungan yang diimpor, meskipun negara bagian barat Maharashtra – rumah bagi ibu kota keuangan Mumbai – secara terbuka mendukung tuntutan Tesla.

Para politikus dari lima negara bagian telah mengundang Tesla untuk membangun diler di provinsinya setelah Musk mengatakan bahwa perusahaan AS ini masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan bisnis di negara dengan populasi terbesar kedua di dunia ini.

India telah meminta Tesla untuk mempertimbangkan mengimpor unit kendaraan knock-down atau kendaraan yang dibuat secara lokal sebagian, yang menarik retribusi impor yang lebih rendah, daripada unit yang diimpor sepenuhnya atau completely built up (CBU).

Tesla harus bisa mengikuti langkah dari perusahaan lokal seperti Mahindra & Mahindra Ltd., dan Tata Motors Ltd., yang berinvestasi untuk membangun kapasitas lokal untuk kendaraan listrik, kata Johri.

“Ada perusahaan lain yang mengimpor unit sepenuhnya. Rute itu terbuka,” katanya. (ATN)

Tags: IndiaIndustri Mobil ListrikTesla
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.