• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Tertinggal di ASEAN dalam Kecepatan Internet

by Redaksi Asiatoday
February 14, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia di Bawah Nepal dan Namibia dalam Kecepatan Internet Seluler

Jaringan internet di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menata infrastruktur internet.

Pasalnya, Indonesia masih jauh tertinggal di Asia Tenggara (ASEAN) dalam hal kecepatan internet.

Merujuk Speedtest Global Index, Indonesia bahkan tertinggal dari Kamboja dan Laos.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Menurut Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi peringkat kecepatan internet di Indonesia, salah satunya wilayah geografis Indonesia yang sangat luas dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara.

“Bentangan wilayah geografis yang sangat luas serta kondisi yang wilayah berbeda-beda, sangat mempengaruhi perihal pemerataan infrastruktur internet di seluruh pelosok indonesia,” kata Arif, Minggu (13/2/2022).

Faktor lainnya, bertambahnya pengguna internet di Indonesia yang cukup pesat sehingga mempengaruhi kapasitas infrastruktur yang tersedia untuk mencukupi kebutuhan terhadap internet.

Arif mengungkapkan, untuk memperbaiki posisi Indonesia dalam hal kecepatan internet, cara yang dapat dilakukan adalah dengan membangun infrastruktur telekomunikasi dan menambah kapasitas.

“Dengan menambah infrastruktur yang merata di seluruh penjuru Indonesia, maka dengan sendirinya kapasitas yang bisa didapatkan oleh pengguna internet akan makin tercukupi. Dan pastinya jika pemerataan internet ini bisa tercapai seperti cita-cita dari APJII maka kecepatan internet indonesia akan makin berada di top level secara global,” imbuh Arif.

Sebelumnya, Speedtest Global Index menyebutkan, per Desember 2021 rata-rata kecepatan unduh internet bergerak Indonesia hanya 15,44 Mbps. Sedangkan kecepatan unggah sebesar 9,16 Mbps dan latensi 28 ms.

Dengan angka tersebut, Indonesia menjadi negara yang paling lambat dalam hal rata-rata kecepatan internet di Asia Tenggara.

Indonesia tertinggal dari Kamboja dan Laos. Masing-masing negara memiliki kecepatan internet sebesar 16,37 Mbps dan 24,29 Mbps. (ATN)

Tags: Asia DigitalInternet
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.