• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Sambut Terbuka Perusahaan Global yang Hengkang dari Rusia

by Redaksi Asiatoday
March 15, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Sambut Terbuka Perusahaan Global yang Hengkang dari Rusia

Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyambut terbuka para investor dan perusahaan global yang hengkang dari Rusia menyusul konflik antara Rusia dan Ukraina.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, Indonesia siap menjadi destinasi bagi para investor yang ingin merelokasi pabriknya dari Rusia.

Untuk memudahkan proses itu kata dia, saat ini pemerintah sedang menyusun strategi untuk menarik para investor dari negara yang sedang berkonflik itu.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

“Indonesia sangat terbuka terhadap perusahaan-perusahaan multinasional untuk melakukan relokasi pabri dari Rusia,” kata Agus di JCC Senayan, Selasa (15/3/2022).

Menurut Agus, terdapat sejumlah perusahaan yang hendak hengkang dari Rusia, namun ia tidak menyebutkan perusahaan tersebut.

“Perusahaan-perusahaan ini yang berbasis di negara-negara barat sedang mencari negara lain. Indonesia sangat terbuka untuk mereka,” imbuhnya.

Di lain pihak, Indonesia juga siap mengisi slot pasar yang ditinggalkan oleh Rusia setelah negeri itu dijatuhi sanksi oleh negara-negara barat.

Menurut Agus, saat ini terdapat peluang untuk memperluas pasar ekspor Indonesia ke Eropa, salah satunya Jerman.

“Jerman merupakan negara kedua terbesar pengimpor barang-barang dari Rusia. Ini peluang yang harus segera diisi oleh produk ekspor Indonesia. Jerman dan Belanda sangat besar impor barang dari Rusia,” tandasnya. (ATN)

Tags: Investasi GlobalRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.