• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Krisis Energi, India akan Buka Kembali 100 Lebih Tambang Batubara

by Redaksi Asiatoday
May 8, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krisis Energi, India akan Buka Kembali 100 Lebih Tambang Batubara

Tambang Batubara di India. Dok Coal India

ASIATODAY.ID, MUMBAI – India berencana untuk membuka kembali lebih dari 100 tambang batubara yang sebelumnya dianggap tidak berkelanjutan secara finansial.

Krisis energi listrik memaksa penghasil gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia ini menggandakan bahan bakar yang dianggap tidak ramah lingkungan itu.

Permintaan listrik negara dengan penduduk terbesar kedua dunia ini menyentuh rekor tertinggi pada April. Hampir tiga perempat dari 1,35 miliar penduduk India mengalami bulan-bulan pra-musim panas terpanas dalam beberapa dasawarsa.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Lonjakan penggunaan AC memicu krisis listrik terburuk dalam lebih dari enam tahun pada bulan April. Meskipun telah mereda dalam beberapa hari terakhir, suhu udara diperkirakan akan segera meroket lagi.

“Sebelumnya kami dianggap sebagai anak nakal karena kami mempromosikan bahan bakar fosil dan sekarang kami mendapat kabar bahwa kami tidak cukup memasoknya,” kata Sekretaris Batubara Anil Kumar Jain seperti dikutip Reuters.

“Mengingat latar belakang itu, ini adalah langkah yang sangat berani oleh kementerian dan Coal India untuk menawarkan pasokan batubara yang sangat besar dengan sangat cepat,” imbuh dia.

Produsen, importir, dan konsumen batubara terbesar kedua di dunia setelah China ini sekarang mengharapkan produksi tambahan 75 juta ton-100 juta ton bahan bakar dalam dua hingga tiga tahun ke depan dari tambang yang dibuka kembali.

India memproduksi 777,2 juta ton bahan bakar pada tahun yang berakhir 31 Maret dan membakar lebih dari satu miliar ton batubara.

Menteri tenaga listrik India bulan lalu meminta negara bagian untuk terus mengimpor batubara selama tiga tahun ke depan dengan alasan kekurangan batubara domestik dan permintaan yang lebih tinggi.

Kementeriannya juga telah mengeluarkan undang-undang darurat dalam upaya untuk memulai kembali pembangkitan di beberapa pembangkit listrik yang menganggur yang dimaksudkan untuk menggunakan batubara impor dan tidak beroperasi karena alasan keuangan.

Harga batubara global telah mendingin dari rekor tertinggi minggu ini. Tapi, harga komoditas energi ini tetap tinggi dibandingkan dengan level 2021 karena kekhawatiran krisis pasokan menyusul keputusan Uni Eropa untuk melarang impor batubara dari Rusia setelah invasi ke Ukraina.

Coal India yang dikelola negara, penambang batubara terbesar di dunia, menyumbang 80% dari produksi India dan ingin meningkatkan produksi tahunannya sebesar 60% menjadi 1 miliar ton pada tahun 2024.

India juga memiliki rencana besar untuk menghasilkan lebih banyak listrik dari sumber terbarukan seperti matahari dan angin. Tetapi para ahli mengatakan negara berkembang belum siap untuk mengurangi penggunaan batubara. (ATN)

Tags: BatubaraIndiaKrisis Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.