• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Rusia Tutup Permanen Pasokan Gas ke Denmark dan Jerman

by Redaksi Asiatoday
June 2, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rusia Tutup Permanen Pasokan Gas ke Denmark dan Jerman

Kapal tanker perusahaan energi Rusia, Gazprom. Dok

ASIATODAY.ID, MOSKWA – Rusia telah memutuskan menutup secara permanen suplai gas ke Denmark dan Jerman.

Perusahaan energi Rusia, Gazprom tidak akan lagi memasok gas ke perusahaan energi terbesar Denmark Orsted dan menghentikan pengiriman ke Jerman di bawah kontrak Shell Energy Europe.

Orsted telah memberi tahu Gazprom Export bahwa perusahaan tidak akan lagi melakukan pembayaran untuk gas dalam rubel.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

“Shell Energy Europe Limited mengatakan tidak akan membayar dalam rubel untuk pasokan gas ke Jerman. Penghentian pasokan akan efektif mulai Rabu,” kata Gazprom di Telegram, Rabu (1/6/2022).

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit pada 31 Maret tentang aturan baru mengenai perdagangan gas alam dengan negara dan wilayah yang “tidak bersahabat”.

Menurut keputusan tersebut, kontrak yang ada akan dihentikan jika pembeli ini menolak untuk membayar dalam rubel.

Secara terpisah menurut laporan AFP, Rabu (1/6/2022), Belanda dan Jerman akan bersama-sama mengebor ladang gas baru di Laut Utara. Pernyataan itu disampaikan pemerintah Belanda sehari setelah Rusia memutus pasokan gas ke negara itu.

Wakil Menteri Pertambangan Hans Vijlbrief mengeluarkan izin untuk bagian Belanda hari ini.

Dia menambahkan bahwa prosedur percepatan untuk izin yang diperlukan sedang berlangsung di Jerman.

“Kabinet mendukung ekstraksi gas di Laut Utara agar, misalnya, memiliki cukup gas untuk memanaskan rumah kami,” kata kementerian ekonomi dan iklim.

Rencana kontroversial untuk mengebor gas sekitar 19km lepas pantai di perbatasan Belanda-Jerman bukanlah hal baru, tetapi telah mengambil urgensi baru sejak Gazprom Rusia mengumumkan pada hari Selasa bahwa pihaknya menghentikan semua pasokan gas ke Belanda.

Pemutusan pasokan terjadi setelah perusahaan energi Belanda GasTerra menolak untuk membayar dalam rubel menyusul serangan militer Rusia di Ukraina.

Namun negara bagian Lower Saxony di Jerman setahun yang lalu memutuskan untuk tidak mengeluarkan izin untuk pengeboran di dekat pulau-pulau sensitif lingkungan Schiermonnikoog dan Borkum.

Sementara kelompok lingkungan Belanda masih memiliki kekhawatiran. (ATN)

Tags: Gazprom NeftLNG
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.