• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Riset HSBC: Indonesia Jadi Destinasi Investasi Terbaik di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
June 15, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Riset HSBC: Indonesia Jadi Destinasi Investasi Terbaik di Asia Tenggara 1

Peta Indonesia. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hasil riset HSBC bertajuk ‘HSBC Navigator: SEA in Focus’ menunjukkan bahwa Indonesia menjadi destinasi investasi terbaik di Asia Tenggara.

Riset ini merekam arah investor dan pemegang peran kunci dalam perusahaan di enam pasar utama dunia.

Investor dan pelaku usaha yang menjadi responden adalah China, India, Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat (AS). Pelaku usaha yang disurvei mencapai 1.596 dengan posisi pelaku kunci untuk membuat keputusan bisnis.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Menurut Eri Budiono, Direktur Commercial Banking PT Bank HSBC Indonesia, dalam temuan HSBC Navigator, responden berasal dari China menyebutkan ambisi Indonesia untuk mengedepankan lingkungan, sosial dan tata lelola (ESG) dalam pengambilan keputusan bisnis (22 persen) hingga ketersediaan tenaga kerja terlatih (29 persen).

Dengan keunggulan ini, sebanyak 44 persen responden dari perusahaan China tertarik untuk investasi.

Sedangkan faktor seperti dukungan pemerintah untuk bisnis dan regulasi yang kondusif (27 persen) sangat menarik bagi perusahaan India (41 persen).

Sedangkan tingginya jumlah pekerja terampil yang tersedia di negara itu menarik bagi perusahaan Inggris, Amerika Serikat (30 persen) dan India (36 persen).

Meski menawarkan kemudahan, investasi di Indonesia juga memiliki sejumlah hambatan seperti inkonsistensi bisnis. Tercatat 35 persen bisnis internasional merasa bahwa beradaptasi dengan peraturan dan kebijakan yang berubah dengan cepat terbilang menantang dan menimbulkan lebih banyak kekhawatiran kepada perusahaan India (45 persen) dan China (44 persen).

Dengan kondisi geografis dengan eksposur yang signifikan terhadap risiko kenaikan permukaan laut dan deforestasi, pelaku bisnis internasional melihat pentingnya praktik keberlanjutan untuk menjaga bisnis dan operasi jangka panjang.

Sebanyak 27 persen perusahaan responden yang beroperasi di Indonesia mempertimbangkan untuk menginvestasikan lebih dari 10 persen dari laba operasi.

Menurut Eri, temuan HSBC Navigator – Indonesia in Focus sangat relevan dengan salah satu tujuan perusahaan yakni membuka peluang bagi Indonesia berperan di kancah dunia dan sebaliknya menghubungkan dunia dengan Indonesia.

Dengan kekuatan jaringan globalnya, HSBC memiliki peran penting dalam membentuk persepsi yang lebih kuat tentang Indonesia dan potensinya.

“Kami senantiasa bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia untuk memperkenalkan peluang di berbagai sektor industri dan inisiatif keberlanjutan strategis di Indonesia kepada investor internasional,” ujarnya, dikutip Rabu (15/6/2022).

Dia melanjutkan kolaborasi ini juga melibatkan para ahli , termasuk di bidang ESG.

“Yang kami harapkan dapat membantu mentransfer pengetahuan mereka untuk memperkuat dan menciptakan para pakar di bidang ESG dan keuangan berkelanjutan di Indonesia,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Asia BusinessAsia InvestHSBC Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.