• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perang Rusia vs Ukraina: 9.300 Jiwa Warga Sipil Tewas Sia-sia

by Redaksi Asiatoday
July 18, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perang Rusia-Ukraina Mengubah Tatanan Dunia dan Mengakhiri Era Globalisasi

Negeri Ukraina terus dibombardir oleh militer Rusia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, korban warga sipil yang tewas akibat perang Rusia vs Ukraina mencapai 9.300 sejak invansi skala penuh pada Februari 2022.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik Rosemary DiCarlo pada pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 17 Juli bahwa jumlah itu belum termasuk 16.384 warga sipil yang terluka.

“Menurut Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, 9.287 warga sipil tewas dan 16.384 terluka, sebagian besar akibat tembakan pasukan Rusia,” kata DiCarlo.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Ia menambahkan bahwa angka tersebut termasuk 537 tewas dan 1.117 anak-anak terluka. Namun DiCarlo menekankan bahwa angka ini hanya mewakili kematian dan cedera yang dikonfirmasi, dan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

DiCarlo mengatakan bahwa tahun lalu Ukraina “menjadi negara dengan jumlah terbesar anak-anak yang terbunuh dan cacat”, serta negara dengan jumlah penembakan sekolah dan rumah sakit terbanyak.

Penilaian OHCHR pada 19 Juni 2023 mencatat 9.083 tewas dan 15.779 terluka. Oblast Donetsk dan Oblast Luhansk menderita korban terbanyak dibandingkan wilayah lain mana pun.

Sementara itu, korban tentara Rusia terus berjatuhan hingga Sabtu (15/7/2023), Rusia telah kehilangan 237.180 tentara sejak invansi skala penuh pada Februari 2022.

Menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, jumlah tersebut termasuk 590 korban yang tercatat pada 14 Juli.

Rusia juga telah kehilangan berbagai alat tempur sejak invansi penuh di antaranya adalah 4.102 tank, 8.019 kendaraan tempur lapis baja.

Selain itu 7.036 kendaraan dan tangki bahan bakar, 4.463 sistem artileri, 680 sistem peluncuran roket ganda, 425 sistem pertahanan udara, 315 pesawat terbang, 310 helikopter, 3807 drone, dan 18 kapal. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis UkrainaRusiaStop PerangUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.