• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi USD3,5 Miliar, Korean Exim Siap Mendanai Proyek PLTU Suralaya

by Redaksi Asiatoday
November 26, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi USD3,5 Miliar, Korean Exim Siap Mendanai Proyek PLTU Suralaya

PLTU Suralaya, Banten. ist

ASIATODAY.ID, BUSAN – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan lembaga keuangan publik asal Korea Selatan, Korean Exim siap menuntaskan persoalan pendanaan (closing financial) untuk pembangunan proyek PLTU Jawa 9-10, Suralaya, Banten. Adapun nilai investasinya mencapai USD3,5 miliar pada awal Januari 2020.

“PLTU Jawa 9-10 Suralaya, Banten, rencananya hampir closing pada awal Januari 2020,” terang Airlangga, saat konferensi pers terkait hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan beberapa CEO terpilih dari Korea Selatan di Lotte Hotel, Busan, Korsel, Selasa (26/11/2019).

PLTU Jawa 9-10 dibangun PT Indoraya Tenaga, perusahaan gabungan PT Indonesia Power—anak usaha PT PLN (Persero), Doosan Heavy, dan Korea Midland Power.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Menurut Airlangga, Korean Exim berkomitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan dukungan pendanaan terhadap perusahaan asal Korea melakukan investasi di Indonesia.

“Komitmen Korean Exim disampaikan dalam pertemuan para CEO terpilih asal Korea Selatan dengan Presiden Joko Widodo yang di Lotte Hotel Busan, Senin, 25 November. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengundang para pengusaha dari negeri ginseng ini untuk berinvestasi Indonesia,” paparnya.

Para CEO yang diundang, yakni dari Lotte Corporation, Posco, Hankook Technology Group, SK E&C, CJ Group, LG Chem, GS Global, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Doosan Corporation, dan The export Import Bank of Korea (KEXIM).

Dalam kesempatan itu, CEO Korean Exim menyampaikan laporannya kepada Presiden terkait investasinya di Indonesia, salah satunya memberikan dukungan pendanaan Doosan dalam membangun PLTU Jawa 9-10 terseut.

Selain mengerjakan proyek PLTU Jawa 9-10, Doosan, merupakan perusahaan industri berbasis mesin diesel juga berkomitmen akan meningkatkan kerja sama dengan INKA untuk mengembangkan mesin lokomotif.

“Dosan akan merelokasi pabriknya ke Indonesia agar bisa memproduksi mesin diesel juga untuk otomotif,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Kemenko PerekonomianKerjasama Indonesia-Korea SelatanKorean EximPLTU Suralaya
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.