• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

116 Negara Dukung Investigasi Independen Covid-19, China Marah dan Ancam Australia

by Redaksi Asiatoday
May 18, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Uni Eropa Desak WHO Hadirkan Taiwan di Forum World Health Assembly

Pertemuan Majelis Kesehatan Dunia atau World Health Assembly (WHA). Dok

ASIATODAY.ID, JENEWA – 116 negara mendukung resolusi yang menyerukan investigasi independen terhadap virus corona (covid-19). Negara-negara tersebut termasuk Indonesia, Uni Eropa, dan 50 negara Afrika.

Dukungan internasional ini disampaikan pihak Australia jelang pertemuan Majelis Kesehatan Dunia atau World Health Assembly (WHA). Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, mengatakan mosi tersebut diharapkan akan segera disahkan di majelis pada Selasa besok.

Sebanyak 116 negara kini telah mendaftar sebagai co-sponsor rancangan mosi yang menyerukan penyelidikan. Indonesia, Inggris, Kanada, India, Jepang, Selandia Baru, dan Rusia disebut telah menunjukkan dukungannya.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Gerakan ini tidak melibatkan China dan menimbulkan kemarahan di sana. Beijing mengancam akan ada tindakan balasan ekonomi terhadap Australia, negara pertama yang mendorong adanya investigasi ini.

“Publik China frustasi, kecewa dengan apa yang dilakukan Australia sekarang,” kata Duta Besar China untuk Australia Cheng Jingye, melansir Aljazeera, Senin (18/5/2020).

Cheng mengisyaratkan ada kemungkinan boikot perdagangan. Ini sudah ditunjukkan dengan Beijing menangguhkan impor dari empat pemasok daging sapi Australia.

Mereka juga mengancam aliran mahasiswa China ke universitas-universitas Australia.

Negeri Kanguru sejak bulan lalu menyerukan untuk mengadakan penyelidikan independen atas pandemi ini.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan negara di seluruh dunia perlu mengetahui asal-usul virus, mengenai pendekatan untuk menghadapinya dan mengatasi keterbukaan dengan informasi yang dibagikan. (ATN)

Tags: AfrikaAmerika SerikatAustraliaChinaCoronavirusCOVID-19Uni EropaWorld CoronaWorld Health Assembly
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.