• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

2 Kapal Penjaga Pantai AS Buntuti 4 Kapal Perang China di Perairan Alaska

by Redaksi Asiatoday
September 15, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rusak Stabilitas ASEAN, Vietnam Kecam Latihan Militer China di Laut China Selatan

Kapal Perang China. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Empat kapal perang China terdeteksi saat berlayar di perairan internasional dekat Alaska akhir Agustus lalu. Pergerekan kapal-kapal perang China itu terungkap dari laporan Defense Visual Information Distribution Service (DVIDS), sebuah situs yang berafiliasi dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) pada Minggu (12/9/2021).

Laporan media yang berafiliasi dengan militer China, Global Times, yang menukil laman DVIDS mengutip rilis dari Distrik 17 Penjaga Pantai AS, armada kapal perang China tersebut terdiri dari 4 kapal perang, yakni kapal penjelajah berpeluru kendali, kapal perusak berpeluru kendali, kapal intelijen umum, dan kapal pendukung. Mereka berlayar di perairan internasional di dalam Zona Ekonomi Eksklusif AS, di lepas pantai Kepulauan Aleutian, Alaska, pada 29 dan 30 Agustus lalu. Sementara laporan DVIDS tidak menyebutkan 4 empat kapal perang China.

Pengamat militer China mengatakan, kemungkinan mereka dari armada yang sama yang berlayar ke Timur melalui Selat Soya ke Samudra Pasifik pada 24 Agustus lalu.

RelatedPosts

Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty

Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government

Indonesian Businessman Sues Bank Mandiri for IDR6.5 Billion Over Withheld Land Certificates

Sebelumnya, Pasukan Bela Diri Maritim Jepang melaporkan armada Angkatan Laut China yang terdiri dari 4 kapal perang pada 24 Agustus berlayar melewati Selat Soya dari Laut Jepang. Kapal-kapal tersebut yakni kapal perusak Tipe 055 Nanchang, kapal perusak Tipe 052D Guiyang, kapal suplai Tipe 903A dengan nomor lambung 903, dan kapal pengintai dengan nomor lambung 799.

China mengklasifikasikan Type 055 sebagai kapal perusak, tetapi AS melihatnya sebagai kapal penjelajah.

Selama kegiatan kapal perang China di dekat Alaska, kapal Penjaga Pantai AS Bertholf dan Kimball juga beroperasi di daerah tersebut, menurut laporan DVIDS. Interaksi antara kapal Penjaga Pantai AS dan kapal perang China aman juga profesional. Dan, komunikasi verbal sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan dalam Kode Simposium Angkatan Laut Pasifik Barat untuk Pertemuan yang Tidak Direncanakan di Laut dan Konvensi tentang Peraturan Internasional untuk Mencegah Tabrakan di Laut.

Namun, laporan tersebut tidak terdapat lagi di situs DVIDS karena alasan yang tidak diketahui pada Senin (13/9/2021). (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.