• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

240 Ribu Penerbangan Dunia Dibatalkan akibat Covid-19

by Redaksi Asiatoday
May 5, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Industri Penerbangan Dilanda Krisis, INACA Desak Presiden Jokowi Berikan Insentif

Industri Penerbangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan industri penerbangan di dunia mengalami tekanan yang begitu kuat di masa pandemi Covid-19. Setidaknya ada 240.000 penerbangan di seluruh dunia yang dibatalkan.

Angka tersebut masih bisa lebih besar mengingat, angka tersebut hanya dari periode Januari hingga Februari.

“Jumlah penerbangan yang dibatalkan mencapai 240.000 penerbangan di seluruh dunia,” ujar Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan Badan Anggaran (Banggar), Senin (4/5/2020).

RelatedPosts

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Menurut Sri Mulyani, untuk di Indonesia sendiri dampak dari virus corona di sektor penerbangan cukup besar. Salah satu buktinya adalah dengan berkurangnya jumlah penerbangan.

Semula, ada sekira 79.000 penerbangan yang ada di Indonesia baik rute internasional maupun domestik. Saat ini, akibat pandemi corona, jumlah penerbangan yang tersisa hanya 70 penerbangan saja.

“Penerbangan Indonesia sendiri yang tadi pagi disampaikan di dalam sidang kabinet dari 79 ribu sekarang tinggal 70 penerbangan, Jadi pasti semua lembaga atau perusahaan penerbangan mengalami tekanan yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Hal ini juga berdampak pada sektor pariwisata yang menjadi salah satu pendorong dan penyumbang devisa terbesar bagi negara. Namun karena adanya virus corona, ada sekitar 50 juta pekerja yang terancam akan kehilangan pekerjaannya.

“50 juta lebih dari pekerja di sektor pariwisata terancam akan kehilangan pekerjaan,” ucapnya

Selain di Indonesia, dampak juga terasa di negara maju seperti Amerika Serikat. Tercatat ada 1000 pesawat maskapai Amerika yang harus berhenti beroperasi dan ada 25 juta pekerja yang berkaitan dengan sektor penerbangan terkena dampaknya.

“1000 pesawat maskapai Amerika di perjalanan berhenti beroperasi dan 25 juta pekerja yang berkaitan dengan industri penerbangan akan mengalami dampak,” kata Sri Mulyani. (ATN)

Tags: Industri PenerbanganMaskapai PenerbanganPenerbangan AsiaPenerbangan DomestikPenerbangan EropaSri Mulyani Indrawati
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.