• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

3 Kapal Induk AS Sudah di ‘Pintu Gerbang’ Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
June 21, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
3 Kapal Induk AS Sudah di ‘Pintu Gerbang’ Laut China Selatan

Tiga Kapal Induk Amerika Serikat. Dok USNavy

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Angkatan Laut Amerika Serikat memposisikan tiga kapal induk mereka di “pintu gerbang” Laut China Selatan, Minggu (21/6/2020). Penempatan tiga kapal induk dilakukan di tengah ketegangan antara AS dan China.

Show Force semacam ini tercatat yang pertama kalinya dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat sejak 2017.

Sejumlah analis menilai AS ingin mengirim pesan kepada China melalui tiga kapal induk tersebut bahwa meski dunia tengah menghadapi pandemi Covid-19, kekuatan militer AS tak bisa disaingi.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Melansir Japan Times, Armada Pasifik Angkatan Laut AS mengatakan bahwa dua grup kapal induk USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz telah memulai pelayaran ganda di Laut Filipina.

Dua grup tersebut dijadwalkan melakukan latihan pertahanan udara, pengintaian laut, pertempuran udara, serangan jarak jauh, dan lainnya.

“Ini merupakan kesempatan baik bagi kami untuk berlatih bersama dalam sebuah skenario yang kompleks,” ujar Laksamana Muda Doug Verissimo, komandan Carrier Strike Group 9.

“Dengan bekerja bersama-sama di lingkungan ini, kami meningkatkan kemampuan dan kesiapan taktis dalam menghadapi tekanan di kawasan dan juga covid-19,” sambungnya.

Sementara terpisah, kapal induk USS Ronald Reagan juga melakukan operasi di Laut Filipina. Meski tidak disebutkan pasti ada di mana posisi ketiga kapal tersebut di Laut Filipina, Selat Luzon antara Taiwan dan Filipina merupakan pintu masuk menuju Laut China Selatan.

China secara sepihak mengklaim keseluruhan Laut China Selatan. Klaim tersebut membuat sejumlah negara di kawasan geram.

Angkatan Laut AS telah beberapa kali membuat China geram karena berlayar di sekitar Laut China Selatan. Namun AS menegaskan bahwa pelayaran tersebut merupakan bagian dari kebebasan bernavigasi. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaLaut China SelatanUS Navy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.