• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

GEF Kucurkan USD7,37 Juta Danai Program CFI-ICP di Indonesia Timur

by Redaksi Asiatoday
December 5, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Konservasi Laut Jadi Agenda Utama di Forum Konferensi SGDs

Potensi Perikanan Laut Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Global Environmental Facility (GEF) – 6 meluncurkan program Coastal Fisheries Initiative – Indonesia Child Project (CFI-ICP) di Indonesia Timur, di Bogor pada 1 Desember 2020 lalu.

Program tersebut dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 715, 717 dan 718.

Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini menjelaskan pelaksanaan program ini merupakan implementasi dari Grant Agreement antara KKP dengan WWF-US GEF Agency yang ditandatangani pada tanggal 23 Desember 2019.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Dukungan yang diberikan berupa pendanaan implementasi pengelolaan perikanan berkelanjutan melalui CFI-ICP. Adapun nilai hibah yang diterima sebesar USD7,37 juta dengan jangka waktu pelaksanaan 5 tahun hingga tahun 2025.

“Proyek ini akan mengaplikasikan pengelolaan perikanan melalui pendekatan ekosistem secara menyeluruh di tiga WPPNRI. Adapun lokasi percontohannya di Kabupaten Seram Timur untuk WPPNRI 715 dengan komoditas utama kakap dan kerapu, Kabupaten Teluk Wondama di WPPNRI 717 dengan komoditas ikan pelagis kecil, serta Kabupaten Maluku Tenggara di WPPNRI 718 dengan komoditas kakap, kerapu, udang dan kepiting bakau,” jelasnya, Jumat (4/12/2020).

Ada enam aspek fokus program tersebut yang meliputi kelestarian sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, teknik penangkapan ikan, sosial, ekonomi, serta kelembagaan.

Tujuannya untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan dilihat dari sisi lingkungan termasuk manfaat sosial ekonominya serta menunjukkan model pengelolaan perikanan pesisir yang efektif, terintegrasi, berkelanjutan dan replikatif, melalui tata kelola yang baik dan pemberian insentif yang efektif.

“Tata kelola sumber daya ikan yang berkelanjutan ini kita lakukan melalui pengaturan pemanfaatan perikanan, salah satunya melalui penyusunan harvest strategy, perbaikan habitat dan ekosistem, pengunaan alat tangkap ramah lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat dan pemberian alternatif mata pencaharian untuk masyarakat,” jelas Zaini.

Program ini akan melibatkan semua stakeholders terkait yang ada di masing-masing lokasi percontohan. Tidak hanya masyarakat perikanan juga pemerintah daerah, akademisi serta organisasi masyarakat. Sehingga tidak hanya keberlanjutan sumber daya ikan yang tercapai namun juga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat perikanan.

Kepala Biro Perencanaan KKP Ishartini menjelaskan GEF merupakan salah satu lembaga dunia yang fokus aktivitasnya pada penyusunan inisiatif percontohan agar komplemen terhadap pendekatan ekosistem laut luas (Large Marine Ecosystem). Inisiatif GEF yang disebut sebagai CFI dilaksanakan pada negara berkembang dimana 50 persen produksi global didapat dari sekitar 85 persen nelayan perikanan skala kecil.

“Melalui proyek GEF 6 CFI-ICP ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya ikan. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan mengedepankan kaidah kelestarian,” ujarnya. (ATN)

Tags: Global Environment FacilityKonservasi LautPerikanan BerkelanjutanSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.