• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Japan Airlines Beri Penghargaan Bagi Turis yang tidak Makan di Pesawat

by Redaksi Asiatoday
December 12, 2020
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 1 min read
A A
0
Japan Airlines Beri Penghargaan Bagi Turis yang tidak Makan di Pesawat

Japan Airlines. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Japan Airlines (JAL) menerapkan kebijakan baru kepada para penumpang. JAL akan memberikan penghargaan kepada wisatawan yang memilih tidak makan dalam pesewat selama penerbangan. Program tersebut diberi nama “Ethical Choice Meal Skip Option”.

Dikutip dari Business Traveller, Sabtu (12/12/2020), inisiatif ini secara eksklusif tersedia pada penerbangan malam hari dari Bangkok ke Tokyo Haneda dari maskapai penerbangan aliansi Oneworld (JL34).

Wisatawan yang ingin pilihan itu harus melaporkannya paling tidak 25 jam sebelum keberangatan. Laporan tersebut bisa dilakukan melalui website JAL, sama dengan pemesanan makanan.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Sebagai imbalannya, penumpang kelas bisnis akan menerima amenity kit spesial yang biasanya ditawarkan pada rute jarak jauh. Sementara, penumpang kelas ekonomi dan ekonomi premium yang berpartisipasi akan mendapatkan fasilitas kit kelas bisnis regional.

Program ini akan membantu JAL mengurangi makanan dan limbah dalam pesawat serta mengurangi biaya dampak lingkungan.

Belum jelas apakah JAL berencana untuk memerluas program ini ke ruten lain atau tidak. Business Traveller telah menghubungi maskapai untuk memberikan komentar.

Operator lain juga menghadapi masalah limbah makanan 1,3 miliar ton dengan solusi baru. Misalnya, Qantas dan Singapore Airlines telah menyingkirkan hidangan pembuka kelas ekonomi demi jarak utama yang lebih besar, sementara Air New Zealand, Emirates, dan Etihad menggunakan pemulihan limbah dan artificial intelligence.

Pendekatan JAL serupa dengan jaringan hotel global, seperti IHG dan Marriott, yang secara tradisional membiarkan tamu menolak layanan pembenahan kamar dengan imbalan poin loyalitas, kredit makanan dan minuman, atau fasilitas lain.

Program oleh industri hotel ini sudah dimulai sejak 2009 ketika Starwood yang kemudian diakuisisi oleh Marriott meluncurkan “Make a Green Choice”.

Sebelum pandemi, lebih dari 2.800 hotel Marriott di Amerika Utara ambil bagian dalam program ini. Program Marriott itu telah dihentikan karena penurunan pembenahan kamar menjadi hal biasa karena Covid-19. (ATN)

Tags: Japan AirlinesJepangMaskapai Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.