• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Asia Lebih Baik dari AS Tangani Pandemi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
December 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Grab dan Gojek Berebut Pasar di Asia Tenggara

Negara - negara Asia dan ASEAN. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global Coronavirus (Covid-19) telah menciptakan arus perubahan tatanan dunia baru yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal  memandang, perubahan tatanan itu terjadi pada 4 dimensi dan akan terlihat pada tahun depan.

Dino mengungkapkan Pernyataan Akhir Tahun FPCI yang bertajuk “Goodbye 2020! 7 Big Things Indonesia Must Get Ready for 2021!” pada Jumat (18/12/2020) lalu.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Menurut Dino, 2020 menjadi tahun yang berat untuk seluruh dunia karena krisis pandemi Covid-19. Pandemi ini memperlihatkan hilangnya atau kurangnya kepemimpinan sehingga menyebabkan negara-negara menangani Covid-19 dengan caranya sendiri.

“Tidak terlepas dari semua ini, tatanan dunia pada 2021 akan berbeda dibanding 2020,” papar Dino dikutip pada Senin (21/12/2020).

Dino pun menguraikan 4 dimensi perubahan tatanan dunia yang akan terjadi pada 2021 di tengah pandemi Covid-19:

Tatanan Internasional Liberal

Tatanan Internasional liberal akan muncul lebih lemah dibanding masa sebelum pandemi

“Ini terjadi karena Amerika Serikat sebagai pembentuk dan pemenang dari tatanan internasional liberal menolak situasi global Covid-19 dan merusak lembaga multilateral dengan menarik diri dari WHO,” terang Dino.

AS yang merupakan negara demokrasi terbesar kedua di dunia, justru mengalami disfungsi demokrasi. Menurutnya, hal itu merusak struktur dan fondasi tatanan internasional liberal.

Asia Lebih Baik dari AS

Merujuk pernyataan ekonom AS Prof. Jeffrey Sachs, Dino mengungkapkan negara-negara di Asia lebih baik dibandingkan AS dalam menangani pandemi Covid-19.

Diperkirakan pada 2021, negara Asia akan menghadapi kasus positif dan jumlah kematian lebih sedikit, dan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan negara lain.

“Asia mencapai kesepakatan perdagangan terbesar di dunia dan satu-satunya kesepakatan perdagangan besar yang ditandatangani pada tahun 2020 yaitu kemitraan ekonomi komprehensif regional (RCEP]),” jelas Dino.

Terselenggaranya RCEP sesuai jadwal pada 2020 sudah merupakan suatu pencapaian besar, melihat banyak agenda diplomasi tertunda dan ini kemudian menunjukkan keunikan Asia ditatanan dunia.

Suksesi Kepemimpinan AS

Tatanan dunia di bawah kepemimpinan Presiden AS Joe Biden akan cenderung berbeda dibandingkan dengan era Donald Trump.

“Kita dapat mengharapkan aktivisme diplomatik Amerika yang diperbarui dan tampilan kenegarawanan dari Biden,” kata Dino.

Namun, Dino memprediksi kepemimpinan Biden untuk dunia akan berlangsung lambat. Dino memperkirakan pada enam bulan pertama atau lebih, Presiden AS Biden akan membutuhkan banyak pekerjaan federal di Washington DC.

Multilateralisme

Dino memastikan bahwa multilateralisme akan mendapat sedikit maupun banyak dorongan.

“Namun, masih harus dilihat kemauan politik negara-negara yang lebih besar dan dorongan diplomatik serta lebih banyak tindakan untuk mendukung multilateralisme,” pungkas Dino. (ATN)

Tags: Corona AsiaForeign Policy Community of Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.