• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Malaysia Tarik Bea Masuk Antidumping Impor Baja dari Indonesia dan Vietnam

by Redaksi Asiatoday
December 29, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KADI Intensifkan Penyelidikan Produk Impor BJLAS Asal China dan Vietnam

Produk baja lapis aluminium seng (BJLS). Ilustrasi

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia menerapkan pungutan Bea Masuk Antidumping (BMAD) sementara atas impor baja tahan karat canai dingin dalam bentuk gulungan, lembaran, atau bentuk lain (barang dagangan) dari Indonesia dan Vietnam.

Kementerian Perdagangan Internasional dan Perindustrian Malaysia telah menyelesaikan penentuan awal investigasi antidumping terkait dengan impor barang dagangan yang berasal atau diekspor dari negara-negara yang diduga dan menemukan ada cukup bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk memberlakukan tindakan sementara berupa bea masuk antidumping sementara yang dijamin keamanannya setara dengan besaran margin dumping yang ditentukan dalam penetapan awal,” ujar kementerian itu seperti dikutip dari kantor berita  Bernama, Selasa (29/12/2020).

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“BMAD sementara mulai dari 7,73 persen hingga 34,82 persen akan diterapkan pada impor barang dagangan dari negara-negara yang dituduh dan akan berlaku tidak lebih dari 120 hari mulai 26 Desember 2020,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Investigasi antidumping telah dimulai pada 28 Juli 2020, berdasarkan petisi yang diajukan oleh Bahru Stainless Sdn Bhd (pemohon) sebagai satu-satunya industri dalam negeri yang memproduksi produk sejenis, yang mengklaim bahwa impor barang dagangan tersebut berasal atau diekspor dari negara-negara yang dituduh sedang diimpor ke Malaysia dengan harga yang lebih rendah dari harga jual di pasar domestik mereka dan menyebabkan kerugian material bagi industri dalam negeri di Malaysia.

Kementerian Perdagangan Internasional dan Perindustrian Malaysia mengatakan bahwa keputusan akhir akan dibuat selambat-lambatnya 23 April 2021.

Pihak yang berkepentingan, seperti importir, produsen asing atau/dan eksportir dan asosiasi yang terkait dengan penyelidikan dapat memiliki akses ke versi nonrahasia dari laporan penentuan awal dengan mengajukan permintaan tertulis ke Kementerian Perdagangan Internasional dan Perindustrian Malaysia.

Permintaan harus dikirim ke: Direktur, Bagian Praktik Perdagangan, Kementerian Perdagangan Internasional dan Perindustrian, Level 9, Menara MITI, No. 7, Jalan Sultan Haji Ahmad Shah, 50480 Kuala Lumpur, Malaysia. (ATN)

Tags: Asean TradeAsia BusinessBaja IndonesiaMalaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.