• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Terbelit Utang China, Tanzania Kian Terpuruk

by Redaksi Asiatoday
January 9, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Terbelit Utang China, Tanzania Kian Terpuruk

Negeri Tanzania. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ekonomi Tanzania yang kian terpuruk makin diperparah oleh beban utang dari China.

Presiden Tanzania John Magufuli, pada Jumat (8/1/2021), meminta China untuk menghapuskan sejumlah utang negara itu, termasuk yang dipinjam 50 tahun lalu untuk konstruksi jalur kereta ke negara tetangganya, Zambia.

Magufuli telah menyampaikan permintaan itu kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi, ketika keduanya menyaksikan penandatanganan perjanjian konstruksi jalur kereta sepanjang 341 kilometer yang akan dikerjakan oleh dua perusahaan China.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“Wang Yi akan menyampaikan permintaan saya kepada Pemerintah China sehingga mereka dapat mempertimbangkan cara untuk membatalkan utang kita, karena menurut hukum konsesi di China akan sangat sulit untuk menghapuskan utang,” ujar Magufuli.

Magufuli tidak menyebutkan berapa jumlah utang yang dimohonkan pembatalan tersebut. Magufuli sebelumnya juga pernah menyampaikan permintaan serupa kepada peminjam lain.

Misalnya pada April 2020, ia meminta lembaga peminjam internasional seperti Bank Dunia untuk membatalkan utang negara-negara Afrika demi membantu memberikan fiskal dalam penanganan pandemi.

Tanzania mengeluarkan 700 miliar shilling (setara hampir Rp90 triliun) setiap bulan untuk membayar utang negara, dengan sekitar 200 miliar shilling (Rp25,7 triliun) dibayarkan hanya untuk Bank Dunia, menurut pernyataan Magufuli tahun lalu.

China merupakan mitra ekonomi dekat Tanzania, dan Magufuli bahkan meminta Pemerintah China untuk mempertimbangkan pembiayaan konstruksi sebagian jalur kereta modern yang direncanakannya.

Magufuli, yang terpilih kembali untuk periode kedua lima tahunan pada Oktober tahun lalu, saat ini tengah menjalankan beberapa proyek infrastruktur. (Ant)

Tags: Asia AfrikaChinaTanzaniaUtang Luar Negeri
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.