• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF Optimis Ekonomi Global Segera Recovery

by Redaksi Asiatoday
February 27, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
USD1 Triliun Siap Dikucurkan, IMF Galang Solidaritas Global Hadapi Wabah Covid-19

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) optimis prospek pertumbuhan ekonomi tahun ini mengalami peningkatan dari proyeksi sebelumnya. Bahkan dukungan stimulus tambahan yang cukup besar di beberapa negara besar, memungkinkan pertumbuhan ekonomi global di atas 5,5 persen.

“Namun, ketidakpastian tetap sangat tinggi karena vaksinasi masih memiliki jalan panjang untuk melawan gelombang dan varian virus baru,” kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam pertemuan virtual para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20, Sabtu (27/2/2021).

Walau optimis, namun ia melihat divergensi berbahaya antara ekonomi di negara-negara berkembang, tidak termasuk China.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

IMF memproyeksikan kerugian pendapatan per kapita kumulatif bisa mencapai 22 persen pada 2021, dibandingkan 13 persen di negara-negara maju.

Kristalina memperkirakan hanya setengah dari negara-negara yang pendapatannya tergerus dibandingkan dengan negara-negara maju. Adapun kaum muda dengan keterampilan rendah, dan perempuan paling terkena dampak dengan kehilangan pekerjaan.

“Dan kita tidak bisa melupakan ancaman utama dari perubahan iklim,” ungkapnya.

Terakhir, Kristalina mendorong penggunaan sumber daya publik dengan tujuan untuk membentuk masa depan yang tahan iklim, digital, dan inklusif. Karena itu, proposal terkait risiko iklim global dan perpajakan lingkungan oleh sejumlah negara akan mendapat dukungan dari IMF.

“Kami akan memainkan peran kami di bidang kekuatan komparatif kami, seperti mengintegrasikan iklim dalam kebijakan pendapatan dan pengeluaran publik, risiko stabilitas keuangan terkait iklim, dan data. Saya juga didorong oleh dorongan baru untuk memodernisasi sistem perpajakan internasional agar lebih sesuai dengan ekonomi abad ke-21 dan juga mendukung tujuan pembangunan yang inklusif,” pungkasnya. (ATN)

Tags: Ekonomi DuniaIMF
No Result
View All Result

Terbaru

  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.