• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Pangsa Pasar EBT Global Meningkat 50 Persen pada 2035

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indika Energy Kolaborasi Fourth Partner Energy Kembangkan Energi Surya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pangsa pasar energi baru terbarukan (EBT) global diproyeksikan meningkat pesat hingga mencapai 50 persen di tahun 2035 dan mencapai 75 persen pada tahun 2050.

Laporan Global Energy Perspective dari McKinsey (2019) memprediksi pembangkit listrik tenaga batubara serta minyak bumi akan turun drastis digantikan dengan pembangkit listrik tenaga energi terbarukan, dengan biaya yang lebih relatif rendah.

“Masih banyak sekali peluang-peluang bagi para mahasiswa untuk mengembangkan energi baru terbarukan. Di masa depan harapannya dapat dikembangkan dengan maksimal karna peluang dari sisi ekonomi dan juga teknologinya sangat besar. Serta peluang pasarnya yang sangat terbuka lebar menjadi suatu daya tarik tersendiri,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, dikutip Senin (22/3/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race

Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost

Hal tersebut diungkapkan Dadan saat berbicara pada kickoff Webinar Essay Competition dalam rangkaian International Youth Summit Renewable Energy 2021 (IYSRE 2021) yang diadakan oleh Society of Renewable Energy (SRE) yang tersebar di 34 perguruan tinggi di Indonesia.

“Indonesia membuat beberapa langkah strategis untuk mencapai target bauran energi EBT dengan subtitusi energi primer, konversi energi primer, penambahan kapasitas EBT, dan pemanfaatan EBT non listrik,” ungkap Dadan.

Lebih lanjut Dadan menyampaikan, ke depan tenaga surya akan mendominasi dalam menunjang kenaikan angka pemanfaatan energi baru terbarukan untuk pembangki, seiring harga EBT yang semakin tahun semakin bersaing dengan energi fosil.

Pemerintah pun berencana menambah kapasitas pembangkit EBT sebesar 38 Mega Watt (MW) sampai tahun 2035.

Sementara itu The International Renewable Energy Agency (IRENA) juga memproyeksikan pangsa energi global melalui Transforming Energy Scenario (TES).

Diperkirakan pada tahun 2030 konsumsi batubara turun hingga 41 persen dan berlanjut hingga tahun 2050 berkurang hingga 87 persen. Sama halnya dengan konsumsi minyak bumi yang akan turun hingga 31 persen pada tahun 2030 dan akan terus turun hingga 70 persen di tahun 2050.

“Ini menjadi peluang besar bagi pengembangan EBT ke depan,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanIndustri Energi Bersih
No Result
View All Result

Terbaru

  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.