• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pengguna Capai Setengah Juta, PANDI Mulai Diperhitungkan di Asia Pasifik 

by Redaksi Asiatoday
March 25, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PANDI Bidik Peringkat Pertama di ASEAN Pengelola Nama Domain

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) kini mulai diperhitungkan di Asia Pasifik.

Tahap awal, PANDI optimistis akan memimpin di kawasan ASEAN. Pasalnya, saat ini pengguna domain PANDI telah menyentuh angka 500 ribuan pada 25 Februari 2021.

Dalam periode 2012 hingga 2020, PANDI mencatatkan pertumbuhan pengguna mencapai 351 persen.

RelatedPosts

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

Dari 13 domain yang dikelola, .id masih memimpin dengan 193.280 pengguna, kemudian .co.id dengan 109.943 pengguna, dan .my.id dengan 99.855 pengguna.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Bisnis, Marketing dan Kerja Sama, Gunawan Tyas Jatmiko, capaian itu melalui proses panjang.

Ada 7 langkah strategis yang menjadi fokus perusahaan.

“Pertama, memudahkan syarat pendaftaran untuk nama domain .id dan my.id, lalu memperluas channel pemasaran di dalam dan luar negeri,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Kamis (25/3/2021).

Selain itu, langkah lainnya adalah dengan menurunkan harga domain .my.id agar menjadi domain dengan harga termurah di Indonesia. Hal ini terbukti dapat memberikan dampak cukup signifikan.

“Dan juga memberikan penetapan batas harga terendah atau Harga Eceran Terendah (HET) kepada mitra penjualan dalam hal ini Registrar untuk menghindari perang harga dan sekaligus memberikan margin harga jual yang menarik sehingga para mitra semangat dalam menjual nama domain .id,” kata Gunawan.

Di samping itu, saat ini PANDI gencar berkolaborasi dengan mitra penjualan untuk melakukan kegiatan online  maupun offline untuk meluaskan brand awareness nama domain .id.

“Berkolaborasi dengan komunitas di luar IT untuk memperkenalkan nama domain .id, sehingga persebarannya lebih luas,” katanya.

Seperti diketahui, PANDI memiliki program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN). Program tersebut berfokus pada digitalisasi aksara dari bahasa daerah di Indonesia. MIMDAN, kata Gunawan, telah mampu menjadi faktor pendorong PANDI dan domain .id dikenal di kancah internasional.

Sebelumnya, peningkatan jumlah domain yang cukup signifikan di tahun 2020, bahkan menyita perhatian Pengelola Domain Tingkat Asia Pasifik (APTLD). Pasalnya peningkatan pengguna domain .id yang signifikan tersebut, merupakan torehan tertinggi se-Dunia.

“Kami menerima pesan singkat dari APTLD, dalam pesan tersebut APTLD menyebut berdasarkan hasil report dari CENTR, terjadi kenaikan pengguna domain sebesar 40 persen, dan itu sangat signifikan. Hingga memaksa APTLD bertanya kepada PANDI strategi apa yang kami pakai hingga kenaikannya sampai begitu tinggi,” ungkap Gunawan.

Pertumbuhan domain .id sebanyak 37,9 persen pada tahun 2020, hal ini menjadikan nama domain .id menjadi nama domain yang paling agresif pertumbuhannya di Dunia.

Hal itu mengacu pada data pertumbuhan nama domain se-ASEAN per desember 2020 yang melingkupi negara Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapura dan Thailand, terlihat bahwa peningkatan signifikan berasal dari nama domain Indonesia (.id).

Mengacu data yang dikumpulkan oleh Gunawan, ia menyebut Vietnam masih unggul dengan domain .vn diantara negara-negara di Asean.

“Tapi dari statistik yang ada, domain .id menargetkan tahun ini bisa menyalip Vietnam, dan menjadi juara di ASEAN dengan mengalahkan .vn,” pungkasnya. (AT Network)

Tags: Asia BusinessAsia Pasifik DigitalPANDI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.