• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia-China Sepakati Target Dagang Senilai Rp1.452 Triliun pada 2024

by Redaksi Asiatoday
April 3, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Serukan Reformasi WTO di Tengah Ketidakpastian Global

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Muhammad Lutfi. Dok Kemendag

ASIATODAY.ID, WUYI – Pemerintah Indonesia dan China menyepakati target perdagangan selama 3 tahun ke depan akan meningkat 3 kali lipat dari USD31 miliar atau Rp450 triliun saat ini menjadi USD100 miliar atau Rp1.452 triliun pada 2024.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam kunjungan ke Wuyi, Provinsi Fujian, China, menyampaikan hasil pertemuan bilateral dengan Kementerian Perdagangan China itu, Jumat (2/4/2021).

“Kita akan mentriple perdagangan bilateral kedua negara,” kata Lutfi dalam konferensi pers secara virutal dari Wuyi, hari ini.

RelatedPosts

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

Kunjungan Lutfi dilakukan bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir. Ketiga menteri melakukan sekitar 14 pertemuan dengan pemerintah, produsen vaksin, maupun sektor swasta China.

Selain target perdagangan bilateral, Lutfi juga mengangkat tentang kesepakatan kerja sama perdagangan sejak 2011 yaitu bilateral Economic and Trade Cooperation (BETC) menjadi Trade and Investment Framework Agreement (TIFA).

“TIFA ini akan menjadi jenjang lebih tinggi, kemungkinan membicarakan untuk memperdalam kegiatan perdagangan kedua negara dengan skema Comprehensive Economic Partnership Agreement,” lanjut Lutfi.

Pada kesempatan itu, Mendag Lutfi juga membahas low hanging fruit dalam rangka memperbaiki neraca perdagangan kedua negara diantaranya, kesepakatan untuk mengimpor sarang burung walet dari 5 perusahaan Indonesia senilai lebih dari USD1,13 miliar atau Rp16,4 triliun.

Selain itu, Lutfi juga berhasil menyepakati ekspor dan investasi untuk produk furnitur dari Shandong Wood and Furniture senilai lebih dari USD200 juta atau Rp 2,9 triliun untuk mendatangkan 150 perusahaan dari Kalimantan Barat yang bisa mempekerjakan lebih dari 3.000 orang.

“Total investasi seluruhbya USD1,38 miliar atau lebih dari Rp20 triliun,” tandas Lutfi. (ATN)

Tags: Asia BusinessAsia TradeKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.