• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Tuduh Mobil Listrik Tesla Alat Mata-mata AS, Elon Musk Buka Suara

by Redaksi Asiatoday
May 23, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Penjualan Global Tesla Kuartal III Capai 139.300 Unit, 2021 Ekspansi ke India

Mobil listrik Tesla. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China menuduh mobil listrik Tesla sebagai alat mata-mata Amerika Serikat (AS). Akibatnya, mobil Tesla kini dilarang terparkir di area kantor-kantor pemerintahan China.

Hal ini menyusul kekhawatiran pemerintah China terhadap kamera di mobil Tesla yang bisa memata-matai aktifitas internal pemerintah.

Melansir Reuters, bahwa staf di dua lembaga pemerintah telah diinstruksikan langsung untuk tidak memarkir Tesla mereka di tempat kerja.

RelatedPosts

Middle East Conflict Pushes Global Growth to Lowest Level Since COVID-19

Indonesia’s Economy Expected to Grow Up to 6.5 Percent in 2027

ADB Unveils $4 Billion Emergency Package as Middle East Conflict Sends Shockwaves Across Asia-Pacific

Ini adalah laporan kedua terkait larangan Tesla di instalasi pemerintah China. Pada bulan Maret lalu, terungkap bahwa Angkatan Darat China juga melarang Tesla memasuki kompleks perumahannya karena khawatir kamera Tesla digunakan untuk memata-matai.

Menanggapi hal ini, CEO Tesla, Elon Musk buka suara dan membantah klaim bahwa mobil perusahaannya digunakan untuk memata-matai.

“Ada dorongan yang sangat kuat bagi kami untuk sangat merahasiakan informasi apa pun,” tegas Elon Musk.

“Jika Tesla menggunakan mobil untuk memata-matai di China atau di mana pun, kami akan ditutup,” sambungnya.

Isu ini jelas menghadirkan dilema tersendiri bagi Tesla. Pasalnya produsen mobil listrik asal Amerika tersebut sedang memperluas pasarnya di negeri Tirai Bambu.

China sendiri saat ini menjadi market terbesar kedua Tesla yang menyumbang sekitar 30 persen dari penjualan. Isu ini akan memberi dampak buruk bagi eksistensi Tesla di China ke depannya.

Faktor Rivalitas China dengan AS

Pelarangan parkir mobil Tesla ini menghadirkan indikasi baru tentang kewaspadaan China yang terus berlanjut terhadap produsen mobil listrik AS di tengah ketegangan dengan Washington.

Mobil Tesla memiliki beberapa kamera eksternal untuk membantu pengemudi memarkir, berpindah jalur, dan fitur lainnya.

Militer China khawatir karena kamera Tesla dapat digunakan merekam data secara terus menerus. Militer beralasan bahwa rekaman tersebut berpotensi dikirim kembali ke AS.

Selain itu, kekhawatiran lainnya adalah daftar kontak dari perangkat seluler yang disinkronkan juga dapat diambil sehingga banyak informasi sensitif bocor. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaTesla
No Result
View All Result

Terbaru

  • Asia Shakes Up the 2026 World Cup: Japan Holds Netherlands as Asian Teams Remain Unbeaten
  • Middle East Conflict Pushes Global Growth to Lowest Level Since COVID-19
  • Indonesia’s Economy Expected to Grow Up to 6.5 Percent in 2027
  • ADB Unveils $4 Billion Emergency Package as Middle East Conflict Sends Shockwaves Across Asia-Pacific
  • UAE Pledges Fresh Investments in Indonesia
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.