• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Singapura Tak Hitung Sinovac, Hanya Vaksinasi Moderna dan Pfizer yang Masuk Data Nasional

by Redaksi Asiatoday
July 7, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Singapura Tak Hitung Sinovac, Hanya Vaksinasi Moderna dan Pfizer yang Masuk Data Nasional

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan Singapura mengecualikan vaksin Sinovac dari daftar vaksinasi nasional. Warga yang mendapatkan vaksin itu tidak akan terhitung dalam realisasi data vaksinasi nasional Singapura.

Otoritas Singapura hanya menghitung orang-orang yang telah menerima suntikan vaksin Moderna dan Pfizer dalam data nasional.

“Pengecualian vaksin Sinovac dari daftar imunisasi nasional itu ditujukan agar klinik di negara tersebut menghindarkan pemberian banyak vaksin kepada individu yang sama,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Singapura sebagaimana dilaporkan Bloomberg, Rabu (7/7/2021).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan Singapura, hampir 2,2 juta orang telah menyelesaikan proses vaksinasi dan setidaknya 3,6 juta telah menerima satu dosis suntikan Moderna atau Pfizer.

“Sekitar 17.000 orang telah menerima vaksin Sinovac,” kata juru bicara itu.

Singapura mulai mengizinkan beberapa klinik swasta untuk menggunakan vaksin Sinovac pada 18 Juni 2021, meskipun vaksin tersebut belum disetujui oleh regulator.

Kementerian Kesehatan melaporkan ada dua laporan efek samping yang tidak serius pada 29 Juni. Hal itu disampaikan kemarin, Selasa (6/7/2021) dalam tanggapan tertulis atas pertanyaan parlemen Singapura.

Sementara itu, bukti berkembang bahwa vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna lebih efektif dalam mencegah penyakit serius dan kematian. Dua vaksin itu juga disebut dapat menekan angka penularan.

Suntikan non-mRNA seperti Sinovac mampu mencegah penyakit akut atau kematian, tetapi mungkin kurang mampu menghentikan penyebaran virus Covid-19.

Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan beberapa orang yang memiliki reaksi alergi terhadap suntikan mRNA pertamanya dapat memilih Sinovac melalui apa yang disebut Rute Akses Khusus. (ATN)

Tags: ModernaPfizerSingapuraSinovac BiotechVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.