• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

50 Juta Orang Diambang Kelaparan, Ketahanan Pangan Global Jadi Kunci

by Redaksi Asiatoday
June 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
50 Juta Orang Diambang Kelaparan, Ketahanan Pangan Global Jadi Kunci

Warga miskin berebut bantuan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan, pandemi coronavirus (covid-19) dapat membuat sekitar 50 juta orang di seluruh dunia jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem.

Ia menegaskan kemiskinan dan dampak buruk lainnya dari pandemi covid-19 ini dapat dihindari, jika negara-negara di seluruh dunia bersatu dalam menangani masalah ketahanan pangan global.

Dalam pernyataan terbaru seputar covi-19, Guterres fokus terhadap pentingnya memastikan semua orang dapat mengakses makanan dan nutrisi.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Masalah ketahanan pangan global dapat berdampak terhadap ratusan juta anak-anak dan orang dewasa,” kata Guterres dalam sebuah pesan video UN News yang dimonitotor, Rabu (10/6/2020).

Guterres menegaskan, jutaan orang sudah mengalami kelaparan bahkan sebelum kemunculan pandemi covid-19. Meski ada cukup banyak makanan untuk semua orang di dunia ini, lebih dari 820 juta jiwa masih belum mendapat asupan yang cukup.

Ia khawatir angka tersebut dapat melonjak lebih tinggi lagi jika negara-negara di dunia tidak bertindak cepat.

Menurut Guterres, negara-negara yang memiliki cukup makanan pun tidak boleh terlena. Ia menyebut pandemi covid-19 telah memicu masalah pasokan makanan, bahkan di sejumlah negara yang ketahanan pangannya baik.

“Sistem makanan kita relatif rapuh, dan pandemi covid-19 semaki memperburuk keadaan,” kata Guterres.

PBB memaparkan tiga rekomendasi utama untuk menyelamatkan banyak nyawa, yang juga mendukung masa transisi menuju masa depan yang lebih ‘hijau.’

Rekomendasi pertama adalah, negara-negara harus menyatakan makanan dan nutrisi sebagai layanan esensial. Negara-negara juga harus melindungi para pekerja di sektor tersebut.

Kedua, negara-negara global didorong untuk meningkatkan dukungan terhadap layanan pemrosesan makanan, transportasi, dan pasar tradisional.

Ketiga, memastikan sistem makanan dapat berjalan baik dengan membuka koridor perdagangan antar negara.

Jika negara-negara memberikan paket stimulus pangan, maka Guterres menyarankan agar penyalurannya difokuskan kepada kelompok rentan, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah. (ATN)

Tags: Krisis PanganPangan DuniaPerserikatan Bangsa-BangsaUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.