• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

63 SPBU Pertamina Beralih ke Energi Surya

by Redaksi Asiatoday
December 20, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Pacu Pemasangan Satu Juta Panel Surya Atap

Pemasangan PLTS Atap di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan 63 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 300 kilo Watt hour (kWh) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero).

Pembangunan ini sebagai bentuk komitmen perusahaan plat merah tersebut dalam mendorong percepatan transisi energi.

“Salah satu sumber yang terbesar adalah energi surya. Potensinya sangat besar tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Waktu pembangunannya relatif singkat, harga listriknya juga semakin murah. Karena itu, kita harapkan PLTS dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi target capaian bauran EBT nasional,” kata Arifin, dikutip Minggu (20/12/2020).

RelatedPosts

World Bank and Japan Launch New Push to Secure Global Critical Minerals Supply Chains

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

Langkah Pertamina membangun PLTS Atap merupakan bagian dari adaptasi tantangan global terhadap kebutuhan EBT. Apalagi pemanfaatan sektor EBT memiliki dampak besar bagi perubahan iklim global dan pengurangan emisi.

“Pemanfaatan EBT merupakan salah satu aksi mitigasi iklim global dalam menurunakan emisi gas rumah kaca. Indonesia sudah punya komitmen dalam menurunkan gas rumah kaca sebesar 29 persen,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan energi surya, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 terkait penggunaan sistem PLTS Atap oleh konsumen PT PLN. Regulasi tersebut kemudian disempurnakan melalui Permen Nomor 13 Tahun 2019 dengan mengakomodasi masukan dari para stakeholder.

“Dengan adanya permen tersebut dimungkinkan rumah tangga untuk melakukan jual beli listrik dengan PLN jika terdapat kelebihan daya,” terang Arifin.

Arifin mengungkapkan, saat ini perusahan energi global sedang gencar melakukan transformasi bisnis energi fosil menuju bisnis berbasis energi bersih dan rendah emisi.

“Alhamdulillah langkah ini sudah diikuti oleh Pertamina. Meski begitu, ada baiknya Pertamina mengambil langkah besar untuk bisa mengimbangi dengan perusahaan energi dunia tersebut,” jelasnya.

Ke depannya, Arifin mengingatkan agar Pertamina terus menguatkan sinergi dengan berbagai pihak, tak terkecuali dengan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain.

“Pertamina harus bekerja sama dengan perusahaan energi lainnya sehingga kita bisa tumbuh bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan pembangunan PLTS Atap di SPBU Pertamina adalah bagian dari upaya Pertamina mendukung capaian target bauran EBT sebesar 23% di tahun 2030.

“Ini adalah kado ulang tahun Pertamina ke -63 dan menjadi langkah awal di dalam rencana besar kami di dalam peningkatan EBT di dalau bauran energinya Pertamina. Dengan bisnis model ini kami akan melanjutkan ke seluruh SPBU,” kata Nicke.

Menurut Nicke, hasil indentifikasi dari hulu, midstream hingga hilir di lingkungan Pertamina, kapasitas listrik yang digunakan Pertamina Group sekarang ini sebesar 1,5 Giga Watt (GW).

“Kalau kita sesuaikan dengan target pemerintah, yakni 23% bauran EBT pada bauran energi nasional, kita bisa bangun solar PV di semua kilang dan Terminal Bahan Bakar Minyak (Pertamina),” tuturnya.

Melalui kreasi dan inovasi yang dimiliki oleh Pertamina selama 63 Tahun sebagai perusahaan penyedia energi dalam negeri, Arifin berharap Pertamina mampu menyelesaikan pemasangan PLTS Atap di 640 SPBU lainnya di tahun 2021.

“Tentu saja kalau bisa dikonversi menjadi EBT akan memberikan kontribusi yang sangat besar. Dengan begitu, Pertamina kelak akan menjadi perusahaan energi yang tidak hanya semakin diperhitungkan di dunia internasional , tapi aktif juga berkontribusi di dalam negeri,” pungkas Menteri Arifin. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanGreen EnergyPertamina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion
  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.