• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

8 Desa Tercemar Minyak, Pertamina Didesak Bertindak Cepat

by Redaksi Asiatoday
July 26, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
8 Desa Tercemar Minyak, Pertamina Didesak Bertindak Cepat

Wilayah pesisir di Kabupaten Kerawang tercemar minyak. Foto KLH

ASIATODAY.ID, SURABAYA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta Pertamina segera melakukan penanganan kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ), yang berlokasi sekitar 7 mil dari bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Karawang, Jawa Barat. Pasalnya, saat ini ada dua desa di Kabupaten Bekasi dan enam desa di Kabupaten Karawang yang sudah tercemar oleh minyak.

“Kami minta Pertamina, segera tutup kebocoran dan dikendalikan,” tegas Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK M. R. Karliansyahkata, di Surabaya, Kamis (25/7/2019).

Menurut Karliansyah, Pertamina harus menutup kebocoran gas dan minyak keluar, dengan cara memasang sumbatan semen atau gripwell agar kebocoran tak merembet.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Kalau ini tidak segera ditangani, bisa makin parah mencemari lingkungan. Saat ini saja, sudah ada enam desa di pesisir Kabupaten Bekasi dan dua Desa di Kabuparen Kerawang yang merasakan dampaknya,” tukasnya.

Karlainsyah mengatakan, dampak limbah ini beruntung cepat ditangani masyarakat.

“Untungnya teman-teman cepat bekerja sama dengan masyarakat setempat, sampai di pantai langsung dikeruk, diambil dan dimasukkan ke dalam karung-karung untuk dibawa ke truk,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan, Pertamina memastikan langkah-langkah penanganan peristiwa munculnya gelembung gas di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) berjalan cepat dan intensif. Pertamina telah mengerahkan sumber daya terbaiknya.

Dharmawan menjelaskan, sesaat setelah munculnya gelembung gas di permukaan laut sekitar anjungan YY, PHE ONWJ bertindak cepat untuk menyatakan keadaan darurat operasi.

“Langkah awal yang menjadi prioritas utama yakni mengevakuasi karyawan yang berada di anjungan dan menara pengeboran (rig). Selanjutnya Pertamina melakukan isolasi dan pengamanan serta memastikan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar lokasi kejadian,” ujar Dharmawan saat jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Menurut Dharmawan, saat ini Pertamina dan pihak terkait masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kejadian itu. Namun indikasi sementara menunjukkan adanya anomali tekanan pada anjungan yang menyebabkan munculnya gelembung gas dan diikuti oil spill.

Untuk mengendalikan kondisi di lapangan, lanjut Dharmawan, Pertamina membentuk Incident Management Team (Crisis Team) di Jakarta dan di Karawang. “Tim ini bertugas melakukan penanggulangan tumpahan minyak, penanganan gas dengan spray, pengeboran untuk mematikan sumur, serta penanganan di anjungan,” ucap Dharmawan.

Pada penanganan peristiwa ini, Dharmawan mengatakan, Pertamina telah memobilisasi 29 kapal, 3.500 meter oil boom offshore, 3.000 meter oil boom shoreline, dan 700 meter fishnet di pesisir pantai terdampak. Menurut Dharmawan, untuk menghentikan sumber gas dan oil spill dengan cara mematikan sumur YYA-1, diperkirakan memerlukan waktu sekitar delapan minggu sejak hari ini atau 10 minggu sejak dinyatakan kondisi darurat.

“Demi memaksimalkan penanganan sumur YYA-1, saat ini Pertamina telah melibatkan Boot & Coots, perusahaan dari AS yang memiliki proven experience dalam kasus serupa dengan skala yang lebih besar, seperti di Gulf of Mexico,” kata Dharmawan.

Adapun untuk penanganan terhadap dampak lingkungan akibat adanya sisa tumpahan minyak yang terbawa arus ke pantai, Pertamina melakukan upaya intensif dengan cara pembersihan pantai secara cepat. Lalu mengangkut sisa tumpaham itu ke lokasi penampungan yang bersertifikat untuk menangani hal ini.

Saat ini, kata Dharmawan, Pertamina memastikan potensi terganggunya mata pencaharian masyarakat nelayan dapat diatasi dengan baik dan bijaksana. Pertamina juga telah membuka posko di Pantai Karawang. Tugas utama petugas posko adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, melakukan aktifitas penanggulangan minyak di pantai bersama masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan, serta berkoordinasi dengan stakeholder setempat. (AT)

,’;\;\’\’
Tags: Ekologi LautKebocoran MinyakKemenlhkLaut Tercemar MinyakLimbah MinyakPencemaranPencemaran LingkunganPertaminaPesisir
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.