• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

81 Juta Pekerjaan Hilang di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
December 16, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Hampir 2 Juta Orang di Indonesia Kehilangan Pekerjaan akibat Covid-19

Para karyawan perusahaan swasta yang bekerja di Jakarta sebelum pandemi Covid-19. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global Covid-19 menimbulkan dampak luas di Asia Pasifik. Selain ekonomi terpuruk, jutaan lapangan pekerjaan juga hilang.

Organisasi Buruh internasional atau International Labour Organization (ILO) memperkirakan, sekitar 81 juta pekerjaan hilang di seluruh Asia Pasifik, terutama bagi wanita dan anak muda.

“Covid-19 telah memberikan pukulan telak pada pasar kerja di kawasan tersebut. Rendahnya cakupan jaminan sosial dan terbatasnya kapasitas institusi di banyak negara di Asia Pasifik mempersulit perusahaan dan para pekerja untuk bangkit lagi,” ujar Direktur Asia Pasifik ILO Chihiko Asada, dikutip dari Bloomberg, Rabu (16/12/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Laporan ILO menunjukkan pekerjaan di Asia Pasifik turun 4,2 persen dibandingkan tren sebelum krisis, dengan kesenjangan untuk perempuan sebesar 4,6 persen dan untuk laki-laki 4 persen.

Anak muda menjadi kalangan yang paling terdampak dari sisi pengurangan jam kerja dan kehilangan pekerjaan. Anak muda yang kehilangan pekerjaan 3 hingga 18 kali lebih besar daripada kontribusi mereka dari total pekerjaan.

Tak hanya itu, dengan semakin sedikitnya jam kerja maka rata-rata pendapatan pun turun. Secara umum, pendapatan pekerja turun 9,9 persen pada kuartal awal tahun ini atau setara dengan penurunan 3,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Masih dari laporan yang sama, kesenjangan pekerjaan terbesar berada di Asia Selatan, dimana tingkat pekerjaan pada tahun ini hampir menyentuh 50 juta pekerjaan atau di bawah baseline prakrisis.

Kesenjangan pekerjaan di Asia Timur diperkirakan mencapai 16 juta pekerjaan, diikuti Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik dengan nilai masing-masing 14 juta dan 500.000 pekerjaan.

“Terlalu banyak pekerja yang masuk ke jurang kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi, pekerja, dan perusahaan kesulitan untuk kembali bangkit dari krisis dan berkontribusi terhadap pertumbuhan kawasan ini,” demikian ditulis dalam laporan ILO ini. (ATN)

Tags: ILOILO Asia PacificKemiskinan IndonesiaPengangguran
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.