• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 21, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Abaikan Uni Eropa, Indonesia Pacu Ekspor CPO ke Asia dan Rusia

by Redaksi Asiatoday
August 9, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Abaikan Uni Eropa, Indonesia Pacu Ekspor CPO ke Asia dan Rusia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kampanye hitam tentang industri sawit Indonesia yang didengungkan oleh Uni Eropa (UE) tak membuat Indonesia kehilangan strategi untuk mencari peluang pasar ekspor CPO ke sejumlah negara potensial.

Diantara negara yang punya potensi pasar ekspor CPO tersebut seperti negara di Asia diantaranya China, Korea Selatan, Rusia, Jepang dan Timur Tengah.

Menurut Kepala Sekretariat Komisi ISPO, R.Azis Hidayat, kampanye hitam yang dilakukan UE ini harus dijadikan moment untuk memacu ekspor CPO Indonesia dengan mencari pasar baru ke sejumlah negara lain.

RelatedPosts

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance

Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering

“Seperti Rusià, pasar CPO dan turunannya masih sangat terbuka dan peluang pasarnya cukup besar,” terang Azis dalam sebuah diskusi bertema “Peluang Pasar Sawit Berkelanjutan”, di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Menurut Azis, Rusia tak terlalu bergejolak terkait sustainable palm oil. Sebab mereka lebih konsisten dengan kesehatan. Sehingga ekspor CPO ke negara Beruang Putih sampai saat ini terus berjalan.

“Tahun 2018 lalu ekspor CPO ke Rusia sebanyak 1,36 juta ton, atau naik 16% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Azis.

Azis juga mengatakan, dari total CPO yang diekspor ke Rusia sebanyak 74,4 berasal dari Indonesia. Sedangkan sisanya didatangkan dari Malaysia.

“CPO yang diekspor ke Rusia ini umumnya untuk campuran bahan makanan dan susu. Jadi, peluangnya masih sangat besar,” jelasnya.

Selain CPO, Rusia juga meminati pasar olahan sawit seperti minyak kelapa sawit (minyak goreng,red).

“Belum lama ini kami bersama Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) melakukan pameran minyak sawit dan demo masak di Rusia. Ternyata, warga Rusia banyak yang suka dengan minyak goreng yang kami bawa,” papar Azis.

Lantaran banyak yang suka, minyak goreng yang ada di stand pameran diborong warga Rusia. Bahkan, mereka juga mau membeli minyak goreng yang masih membeku.

“Minyak goreng kemasan 1 liter Rp 36 ribu dan yang kemasan 2 liter Rp 60 ribu semuanya habis dibeli warga Rusia. Kalau kami lihat peminat minyak goreng di sini cukup tinggi,” kata Azis.

Azis memandang, karena potensi pasarnya bagus, GIMNI diharapkan bisa menggarap pasar minyak goreng di Rusia. Sebab, kalau bisa ekspor minyak goreng ke Rusia nilainya akan tinggi.

“Jadi, jangan hanya ekspor minyak sawit mentah (CPO) saja, tapi kami sudah mengarah ke produk turunannya sehingga ada nilai tambahnya,” kata Azis.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Menko Perekonomian, Musdhalifah mengatakan, pemerintah bersama pelaku usaha sawit tak boleh tinggal diam.

“Karena itu, kami juga melakukan lobi-lobi dan menyiapkan lawyer untuk mengatasi kampanye hitam tersebut. Kami bersama tim dari kementerian lain juga mencari peluang ekspor sawit ke negara lain di luar UE,” kata Musdhalifah.

Minat Limbah Sawit

Selain Rusia, Jepang juga berminat terhadap limbah sawit Indonesia. Diantara limbah tersebut adalah tandan kosong sawit yang potensinya luar biasa.

“Tim dari Jepang tanggal 7 Juni lalu hearing dengan kami terkait ISPO. Selanjutnya tim dari Hitachi sebulan berikutnya (pada 7 Juli ) lalu datang ke Indonesia untuk melihat potensi limbah ampas tebu di salah satu pabrik gula dan limbah sawit di PTPN VIII,” kata Kepala Sekretariat Komisi ISPO, R.Azis Hidayat.

Menurut Azis, tim Jepang sangat tertarik terhadap limbah sawit (tandan kosong) tersebut. Sehingga, mereka membawa sampel tandan sawit kosong sebanyak 20 kg untuk diuji coba di lab-nya.

“Mereka memerlukan tandan kosong untuk bahan bakar nuklir. Sebab, Jepang akan menggunakan biomas power dalam mengembangkan nuklirnya. Selama ini sudah menggunakan bambu, tapi tak cukup pasokannya,” ujarnya.

Azis juga mengungkapkan, tim Jepang akan menghibahkan alat untuk mengolah tandan kosong di PTPN VIII. Alat tersebut nantinya bisa dimanfaakan untuk mengolah tandan kosong menjadi serbuk.

Selain tandan kosong, ada sejumlah limbah sawit seperti cangkang sawit yang juga diminati Jepang.

“Karena itu, potensi tersebut harus kita tangkap. Apabila CPO dan biodiesel kita ditolak UE, kita sudah punya alternatif pasar lainnya yang peluang bisnisnya tak kalah menarik,” papar Azis.

Azis mengatakan, volume tandan kosong ini cukup banyak. Di PTPN VIII yang punya lahan sawit 3.500 ha, volume tandan kosongnya sebanyak 200 ton/hari.

“Jadi, sawit ini kalau dikelola secara berkelanjutan bisa menjadi sumber devisa negara,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Cpo Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • China Throws Full Weight Behind Indonesia’s Debut Panda Bond Plan
  • MotoGP Mandalika Fires Up Indonesia’s Economy, Generates IDR4.96 Trillion Windfall
  • Coal Fraud Fugitive Richard Muljadi Arrested Upon Return from Singapore
  • Indonesia Becomes ASEAN’s Top Rice Producer, Ranks Fourth Globally, FAO Says
  • Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.